Kupang, nwartapedia.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat perkembangan transportasi NTT Desember 2025, Senin (2/2/2026).
Data tersebut menunjukkan kinerja angkutan udara mengalami lonjakan signifikan, sementara angkutan laut justru mencatat penurunan tajam sepanjang Desember 2025.
Pada periode tersebut, jumlah penerbangan angkutan udara tercatat sebanyak 3.611 penerbangan.
Angka ini meningkat 5,15 persen dibandingkan November 2025 dan melonjak 17,39 persen dibandingkan Desember 2024.
Dari total penerbangan itu, 1.809 penerbangan merupakan keberangkatan dan 1.802 penerbangan merupakan kedatangan.
Bandara El Tari Kupang masih menjadi bandara dengan kontribusi penerbangan terbesar, yakni 37,75 persen dari total penerbangan di NTT.
Selanjutnya, Bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menyumbang 23,68 persen, seiring meningkatnya arus wisata dan mobilitas masyarakat di wilayah barat NTT.
Sejalan dengan meningkatnya frekuensi penerbangan, jumlah penumpang angkutan udara pada Desember 2025 mencapai 247.348 orang.
Jumlah tersebut tumbuh 10,05 persen dibandingkan November 2025 dan meningkat 9,46 persen dibandingkan Desember 2024, mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat menjelang tutup tahun.
Sebaliknya, sektor angkutan laut mengalami perlambatan. BPS NTT mencatat jumlah pelayaran angkutan laut pada Desember 2025 sebanyak 5.170 pelayaran, turun 6,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan menurun 4,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya itu, jumlah penumpang angkutan laut juga tercatat sebanyak 429.391 orang, turun 0,65 persen dibandingkan November 2025 dan merosot tajam hingga 57,29 persen dibandingkan Desember 2024.
Penurunan signifikan ini diduga dipengaruhi oleh peralihan masyarakat ke transportasi udara serta kondisi cuaca pada akhir tahun.
Dari total penumpang angkutan laut tersebut, 219.485 orang tercatat sebagai penumpang turun, sementara 209.906 orang merupakan penumpang naik.
BPS NTT menegaskan, dinamika sektor transportasi ini menjadi cerminan perubahan pola mobilitas masyarakat serta perkembangan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Timur. (MI)
