Kupang,nwartapedia.com – Warga Kelurahan Manulai Dua, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya yang bermukim di sekitar Jalan Asoka III, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun pada malam hari. Imbauan ini menyusul peristiwa longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada awal pekan lalu.
Ketua RT 005/RW 002 Kelurahan Manulai Dua, Charles Dia, kepada media ini, Sabtu pagi (10/1/2026), menjelaskan bahwa longsor terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Longsor tersebut terjadi di Jalan Asoka III, tepatnya di lingkungan RT 05/RW 02, dengan titik longsoran berjarak sekitar enam meter di depan rumah warga atas nama Marten Nggesu.
“Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari. Kondisi tanah menjadi labil dan mengakibatkan sebagian badan jalan amblas,” ungkap Charles Dia.
Ia menambahkan, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan serta warga sekitar apabila tidak segera ditangani secara serius.
Sebagai tindak lanjut, Jumat (9/1/2026) kemarin, telah dilakukan pemantauan langsung ke lokasi kejadian oleh Lurah Manulai Dua bersama staf kelurahan, didampingi perwakilan Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas PUPR Kota Kupang, sesuai perintah Wali Kota Kupang. Pemantauan tersebut juga dihadiri sejumlah warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris RT 05, Maria Hotan-Saudale, menyampaikan harapan warga agar pemerintah segera melakukan penanganan permanen.
“Kami berharap secepatnya dilakukan pembangunan tembok penahan jalan di lokasi longsor. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsor akan semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan bisa membahayakan rumah warga di sekitar lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 005 Charles Dia kembali mengingatkan warga yang tinggal di sekitar titik longsor agar selalu waspada.
“Kami menghimbau warga untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan turun di malam hari. Ada kemungkinan longsor susulan bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya.
Warga setempat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat kelurahan atau RT setempat apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar lokasi longsor, guna mencegah risiko yang lebih besar.(goe)
