Kupang,nwartapedia.com — Sukacita, haru, dan rasa syukur menyatu dalam perayaan Misa Perdana RD Christian Dominicus Juang Sogen, Pr, di Gereja Paroki Santa Familia Sikumana, Kupang, Rabu (7/1/2026) sore.
Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh keluarga besar, umat paroki, para imam, frater, suster, serta sejumlah tokoh Gereja.
Imam muda yang akrab disapa Romo Rigen ini baru sehari sebelumnya ditahbiskan menjadi imam bersama sepuluh diakon lainnya di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Selasa (6/1/2026).
Tahbisan imamat tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Misa perdana dimulai pukul 17.00 WITA dan diawali dengan penyambutan adat Lamaholot di halaman gereja. Iringan tarian adat menjadi ungkapan syukur dan penghormatan umat atas kehadiran seorang imam baru dari tengah komunitas mereka.
Sukacita tampak jelas ketika Romo Rigen untuk pertama kalinya memimpin Ekaristi di paroki asalnya, tempat ia bertumbuh dan dibentuk dalam iman Katolik.
Pada tahbisan imamatnya, RD Christian Dominicus Juang Sogen memilih moto:
“In verbo autem tuo laxabo rete” (Luk. 5:5) — “Tetapi karena firman-Mu, aku akan menebarkan jala.”
Moto ini mencerminkan sikap iman dan ketaatan total kepada Sabda Tuhan sebagai dasar pelayanan imamatnya di tengah dunia yang penuh tantangan.
Dalam homilinya, imam pendamping sekaligus pengkhotbah, RD Frengky Kopong, Kepala SMA Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang, menegaskan bahwa kebanggaan terbesar orang tua bukanlah harta, jabatan, atau kedudukan, melainkan ketika seorang anak mempersembahkan hidupnya secara total untuk melayani Tuhan dan Gereja sebagai imam Katolik.
La juga mengingatkan bahwa di tengah dunia yang sarat godaan kuasa, materi, dan popularitas, kekuasaan sejati seorang imam terletak pada pelayanan, kesetiaan pada kebenaran dan keadilan, serta keberpihakan kepada mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir.
RD Christian Dominicus Juang Sogen lahir di Kupang, 15 Desember 1996. Ia merupakan putra dari pasangan Thomas Akaraya Sogen dan Antonia Nogo, serta berasal dari Paroki Santa Familia Sikumana.
Momen paling mengharukan terjadi di akhir perayaan Ekaristi. Setelah memberikan berkat kepada pastor paroki dan para imam rekan, Romo Rigen memberikan berkat khusus kepada kedua orang tuanya dan keluarga.
Saat orang tua dan saudara-saudaranya berlutut di hadapannya, ia menumpangkan tangan sambil meneteskan air mata.
Tangis haru pun pecah, menyatukan syukur, doa, dan kasih keluarga dalam keheningan yang sarat makna.
Umat Paroki Santa Familia Sikumana memaknai misa perdana ini bukan sekadar perayaan hadirnya seorang imam baru, tetapi juga sebagai panggilan bersama untuk mendukung karya pelayanan Gereja di tengah dinamika dan tantangan zaman.
Perayaan ditutup dengan ramah tamah sebagai ungkapan syukur dan sukacita bersama.
Misa perdana ini menandai awal perjalanan pelayanan RD Christian Dominicus Juang Sogen sebagai gembala umat, dengan harapan ia senantiasa setia pada Sabda Tuhan, rendah hati dalam pelayanan, dan berani “menebarkan jala” di mana pun ia diutus.
(Goe)
