Kupang,nwartapedia.com — Kegiatan Tes Kontrol Akhir Tahun bagi atlet-atlet binaan Sentra PPLD, PPLMD, serta SPOBNAS yang berada di bawah naungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispora NTT) resmi dimulai pada Senin pagi (11/12).
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Plt. Kadispora NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM.
Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Independen/Pengelola, para pelatih dari 11 cabang olahraga (cabor) binaan, serta atlet-atlet dari seluruh cabor tersebut.
Dalam struktur pembinaan, masing-masing cabor memiliki atlet inti (lapisan utama) dan atlet pendamping (lapisan kedua).
Menurut Dr. Frans Sales, seluruh atlet wajib mengikuti rangkaian item tes yang telah disusun oleh Tim Independen/Pengelola. Tes tersebut dikoordinir oleh Dudi Y. Baranuri, sementara instrumen tes dipimpin oleh Dr. Jhoni Lumba, M.Pd., dengan dukungan para pelatih, unsur pengelola sentra, dan ASN Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT.
Cabor Binaan Sentra PPLD & PPLMD
Saat ini, terdapat 11 cabang olahraga yang dibina pada kedua sentra tersebut, di antaranya Atletik, Tinju, Pencak Silat, Kempo,Taekwondo, Wushu, Kick Boxing, Kriket, Futsal, Sepaktakraw dan Angkat Besi.
Cabor Binaan Sentra SPOBNAS
Selain itu, pada Sentra SPOBNAS terdapat 5 cabang olahraga binaan, yaitu Atletik, Taekwondo, Pencak Silat, Wushu dan Karate.
Ketiga sentra pembinaan ini berada langsung di bawah koordinasi teknis Dispora NTT.
Upaya Besar Mewujudkan Prestasi dan Visi NTT Maju
Dr. Frans Sales menegaskan bahwa pembinaan olahraga ini merupakan kerja besar pemerintah untuk mencapai visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, Berkelanjutan, dan Berprestasi Tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sinergitas, dan soliditas antara semua pihak, baik internal maupun eksternal, termasuk para pemangku kepentingan (stakeholders). Semua pihak diharapkan memberikan kontribusi dan keterlibatan aktif untuk meningkatkan kualitas pembinaan di ketiga sentra tersebut.
“Sentra SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD merupakan model pembinaan kolaboratif yang menjadi role model manajemen pemusatan latihan dan kompetisi di NTT. Dengan pola pembinaan yang baik dan profesional, kita berharap pada PON Bersama NTT–NTB tahun 2028, kontingen NTT memiliki data atlet yang siap tampil dan bersaing,” ujar Frans Sales.
Menuju PON Bersama 2028
Kegiatan tes akhir tahun ini menjadi bagian penting dalam pemetaan performa atlet menuju PON Bersama 2028. Data hasil tes akan menjadi dasar bagi pelatih dan tim teknis untuk menentukan program latihan lanjutan serta pemusatan latihan yang lebih terarah.
Dengan dukungan pemerintah, pelatih, pengelola, dan seluruh masyarakat olahraga NTT, diharapkan pembinaan pada Sentra SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD terus meningkat demi kejayaan olahraga Nusa Tenggara Timur di masa mendatang. (MI)
