Kupang,nwartapedia.com – Kehadiran program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang digagas oleh Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang terus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, terutama anak-anak muda yang ingin memulai usaha kuliner.
Salah satu yang merasakan manfaat besar dari kegiatan ini adalah penjual UMKM Saboak yang menyediakan aneka makanan lokal seperti ubi, jagung manis, jagung pulut, kentang, serta pisang.
Sejak hari pertama Saboak dibuka, UMKM ini selalu menyiapkan 25 porsi dalam sekali berjualan dengan harga Rp15.000 per porsi.
Menu lokal yang disajikan menjadi pilihan banyak pengunjung, terutama mereka yang ingin menjalani pola makan sehat dan diet tanpa meninggalkan cita rasa khas daerah.
“Banyak orang sekarang mau diet, jadi saya siapkan makanan lokal yang lebih sehat. Puji Tuhan, dengan adanya kegiatan Saboak dari Pemerintah Kota Kupang, penjualan kami meningkat. Dalam satu hari bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah,” ungkap Kakak Jessica, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di arena Taman Nostalgia pada Sabtu (29/11/2025).
Pengunjung Senang dengan Ragam Kuliner Saboak
Antusiasme masyarakat terhadap Saboak semakin terlihat setiap harinya. Imelda, salah satu pengunjung setia, mengaku selalu kembali karena pilihan makanannya sangat beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal.
“Saya selalu datang ke Saboak karena banyak sekali makanan yang dihidangkan. Semua enak, khas, dan harganya terjangkau,” ujarnya.
Harapan Agar Program Terus Berlanjut
Baik pelaku UMKM maupun pengunjung berharap kegiatan Saboak dapat terus dipertahankan dan dikembangkan demi kemajuan ekonomi lokal.
“Harapan saya, semoga program ini terus berlanjut dan membawa perubahan positif untuk Kota Kupang,” tambah Imelda.
Melalui Saboak, pemerintah tidak hanya membuka ruang kuliner baru bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada lebih banyak orang.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Kupang. (MI/ADV)
