Kupang nwartapedia.com – Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H Costa, melakukan kunjungan langsung ke perkebunan melon dan tomat milik petani milenial Melianus Amnesi di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar semakin banyak generasi muda yang terinspirasi terjun ke sektor pertanian.
Menurut Costa, Melianus adalah gambaran nyata bagaimana anak muda dapat sukses dan mandiri melalui pertanian, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Semangat kelompok-kelompok milenial untuk berusaha di bidang pertanian seperti ini sangat luar biasa. Prinsipnya, mereka bekerja untuk melayani. Kalau pun ada faktor ekonomi, puji Tuhan itu menjadi bonus. Yang paling penting adalah bagaimana semua anggota kelompok diberdayakan,” ujar Matheus Costa.
Melianus Jadi Figur Inspiratif Bagi Generasi Muda
Costa menilai kisah Melianus perlu diangkat menjadi profil inspiratif bagi anak muda Kota Kupang. Melianus yang sebelumnya telah mapan bekerja di Bali, memilih kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan tanah warisan keluarga dan kemudian berhasil membangun lahan produksi hortikultura yang maju dan produktif.
“Beliau ini sebenarnya sudah mapan di Bali. Tetapi karena cinta tanah air dan karena ini tanahnya orang tua, dia pulang, membeli lahan, dan membangunnya. Hasilnya luar biasa. Ini harus menjadi corong, menjadi model bagi anak-anak muda,” tegas Costa.
Ia menambahkan bahwa banyak generasi muda kini cenderung memilih pekerjaan kantoran, sehingga profesi petani kurang diminati. Padahal, usaha pertanian modern terbukti mampu menghasilkan pendapatan besar dan berkelanjutan.
Hasil Produksi Sangat Menjanjikan
Dalam kunjungan tersebut, Costa juga meninjau langsung hasil panen melon dan tomat yang dikelola Melianus. Produktivitas kebun tersebut dinilai sangat potensial dan cukup menjanjikan secara ekonomi.
“Satu kali panen saja kita lihat, melon dengan harga Rp13.000 per kilogram, dan tomat satu ember 5–6 kilogram seharga Rp30.000. Dia hitung-hitung bisa mencapai Rp20 sampai Rp30 juta sekali panen,” jelasnya.
Dengan ketersediaan air dan sistem pengelolaan yang baik, Melianus bahkan mampu melakukan panen tiga hingga empat kali dalam setahun, menjadikan pertanian sebagai usaha yang stabil dan menguntungkan.
Pertanian Menciptakan Lapangan Kerja
Lebih dari sekadar keuntungan ekonomi, usaha pertanian yang dikelola Melianus juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
Baginya, inilah contoh nyata bahwa pertanian bukan hanya aktivitas bercocok tanam, tetapi juga kegiatan yang memberkati banyak orang.
“Bekerja seperti ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi kita memberkati banyak orang. Kita lihat tadi, berapa banyak tenaga kerja yang terlibat. Anak-anak muda perlu memahami bahwa kerja tidak harus di belakang meja. Bertani juga bisa membangun masa depan,” kata Costa.
Dinas Pertanian Siap Dorong Regenerasi Petani
Costa menegaskan bahwa ke depan, Dinas Pertanian Kota Kupang akan terus memperhatikan, mendampingi, serta mendorong kelompok-kelompok milenial agar semakin banyak anak muda yang mau bekerja dan berkembang di sektor pertanian.
Ia menutup kunjungan dengan harapan besar terhadap generasi baru petani Kota Kupang.
“Kalau kita mau berusaha, selalu ada jalan. Yang penting ada kemauan. Petani seperti ini harus terus kita dukung. Ini masa depan pertanian Kota Kupang,” pungkasnya. (MI/ADV)
