Kupang,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi Pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (26/11).
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua KPOTI Kota Kupang beserta jajaran pengurus dan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M.
Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota menyampaikan rasa senang dan apresiasinya kepada jajaran KPOTI yang masih konsisten mengembangkan dan mempromosikan permainan tradisional di Kota Kupang.
Menurutnya, keberadaan KPOTI menjadi penting di tengah maraknya permainan digital yang membuat generasi muda semakin jauh dari permainan rakyat.
Wakil Wali Kota menyebut inisiatif KPOTI untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional seperti Siki Doka, Gasing, hingga Kayu Doi sebagai langkah strategis dalam menjaga identitas budaya serta memperkuat nilai kebersamaan lintas generasi.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan kegiatan permainan rakyat yang dijadwalkan pada 5–6 Desember, dengan Kelurahan Belo sebagai lokasi pilot project.
Menurut Wakil Wali Kota, Kelurahan Belo dipilih karena lingkungannya masih mempertahankan sejumlah permainan tradisional yang hidup di masyarakat.
“Kita mulai dari wilayah pinggir kota, baru secara bertahap masuk ke tengah kota. Bahkan beberapa sekolah di pusat kota bisa turut diundang agar anak-anak lebih mengenal ragam permainan tradisional,” ujarnya.
Selain permainan tradisional, kegiatan yang direncanakan KPOTI juga akan menghadirkan pasar rakyat serta layanan cek kesehatan gratis.
Wakil Wali Kota berharap kolaborasi lintas pihak dapat memperkuat penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk dukungan mitra serta pihak ketiga melalui mekanisme administrasi yang sesuai ketentuan.
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyinggung peluang fasilitasi informasi dan jejaring terkait kebutuhan alat pertanian bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti hand tractor dan kerja sama dengan mitra penyedia alat melalui sistem kredit yang terjangkau.
Menurutnya, penyediaan informasi yang tepat dapat membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap fasilitas pertanian.
Menutup audiensi, Wakil Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada jajaran KPOTI atas komitmen mereka melestarikan permainan rakyat. Ia berharap kegiatan yang akan berlangsung dapat memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat Kota Kupang.
Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, melaporkan bahwa kepengurusan KPOTI periode 2025–2030 telah ditetapkan dan audiensi ini merupakan langkah awal untuk menyampaikan pembentukan serta rencana kerja mereka kepada Pemerintah Kota Kupang.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan perdana yang akan dilaksanakan adalah Festival Permainan Rakyat bertajuk Teras Main Kota Kupang yang menampilkan sejumlah permainan seperti Gasing, Siki Doka, dan Galasing, sebagai permulaan program kerja di tingkat kota.
Goris memaparkan bahwa festival ini akan melibatkan sekitar 500 peserta, mencakup anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dari berbagai sekolah dan komunitas di Kelurahan Belo.
Pihak panitia juga telah menyiapkan undangan resmi dan berkoordinasi untuk mempercepat persiapan lapangan.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat mereka terhadap permainan tradisional yang sarat nilai kerja sama dan interaksi sosial.
Lebih lanjut, Goris menyampaikan bahwa kegiatan juga akan diramaikan oleh UMKM kuliner lokal dan pelaku ekonomi kreatif sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap acara perdana ini dapat menjadi titik awal bagi agenda yang lebih besar di masa depan. KPOTI juga memohon arahan dari Wakil Wali Kota, termasuk dukungan pada aspek publikasi dan kemungkinan perluasan cakupan kegiatan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M., dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa dari sisi tugas dan kewenangan perangkat daerah, olahraga tradisional memiliki irisan dengan bidang kebudayaan dan kepemudaan.
Karena itu, pihaknya membuka ruang koordinasi resmi melalui surat atau mekanisme komunikasi kelembagaan lainnya untuk memastikan pendataan organisasi baru yang bergerak di bidang olahraga tradisional dapat dilakukan dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa Dispora sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan olahraga tradisional pada tahun 2022, seperti Gulat Sabu dan Peluru Hawu di arena Pantai LLBK, namun kegiatan lanjutan belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.
Ia menambahkan bahwa Dispora saat ini tetap mendorong pembinaan olahraga masyarakat melalui kegiatan senam bersama di kelurahan-kelurahan, yang dikombinasikan dengan unsur budaya seperti tarian tradisional.
Kegiatan tersebut juga disertai layanan kesehatan gratis pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah hasil koordinasi dengan puskesmas setempat.
Ke depan, Dispora membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas, termasuk pelibatan UMKM lokal dan hasil panen petani sekitar lokasi kegiatan, sehingga selain mempromosikan olahraga tradisional, kegiatan yang dilaksanakan juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. ***
