Kupang, nwartapedia.com — Calon Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan generasi muda yang modern, inovatif, dan siap membangun pertanian dari hulu hingga hilir.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT yang berlangsung di Café Ghaura Coklat, Selasa (25/11/2025).
Rangkaian kegiatan pelantikan DPC dan DPD Pemuda Tani Indonesia NTT akan dilaksanakan pada 27 November 2025, dimulai dengan penanaman jagung pada pukul 08.00 Wita di Lapangan Lano sebagai simbol gerakan nyata membangkitkan pertanian daerah.
Usai penanaman, rangkaian dilanjutkan dengan pelantikan dan Sekolah Pemuda Tani Indonesia di Hotel Harper Kupang mulai pukul 10.00 Wita.
Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern
Dalam pernyataannya, Bobby Lianto menyoroti semakin jauhnya generasi muda dari sektor pertanian. Ia menilai bahwa pertanian seharusnya menjadi ruang besar bagi anak muda untuk berkarya dan membangun ekonomi daerah.
“Banyak anak muda mulai meninggalkan pertanian. Lewat digitalisasi dan koperasi, kami ingin membangkitkan kembali semangat itu. Pemuda harus menjadi penggerak pertanian modern,” tegas Bobby.
Sebagai calon ketua tunggal yang akan dilantik bersama pengurus dari 22 kabupaten/kota se-NTT, Bobby menekankan bahwa Pemuda Tani Indonesia bukan sekadar organisasi, tetapi merupakan gerakan pemberdayaan ekonomi.
“Organisasi tidak boleh hanya berjalan sebagai struktur. Kita ingin gerakan nyata, dari lapangan, dari desa, sampai ke hilir. Inilah saatnya pemuda mengambil peran besar,” ujarnya.
Sekolah Pemuda Tani: Siapkan Generasi Muda yang Kompeten
Sekolah Pemuda Tani menjadi bagian penting dalam rangkaian pelantikan tahun ini. Para peserta akan mendapatkan materi dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya:
- Sekjen Pemuda Tani Indonesia
- Pak Suroboyo, ahli pertanian
- Pak Bachtiar, pemateri bidang organisasi
- Hengki Lianto, pionir perkebunan kakao NTT dan pendiri PPSN
- Dr. Andre Hartanto, inovator kelor yang telah menembus pasar Timur Tengah, Amerika, Eropa, dan Australia
Bobby menyebut bahwa materi yang diberikan akan membekali peserta dengan wawasan organisasi, pengelolaan pertanian modern, strategi bisnis, dan motivasi kewirausahaan.
Digitalisasi Pertanian: MOU, Koperasi ‘KOMUNITAS’, dan Aplikasi Petani
Pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT tidak hanya berisi prosesi seremonial, tetapi juga peluncuran terobosan penting, antara lain:
1. MOU Strategis
Meliputi kerja sama denganPoliteknik Pertanian, PT SMJ (teknologi drone dan digitalisasi pertanian), Telkomsel, Sejumlah lembaga pendukung lainnya
2. Peluncuran Koperasi Pemuda Tani: “KOMUNI”
Koperasi ini akan menjadi wadah ekonomi bersama yang memfasilitasi petani, pemuda, dan pelaku usaha tani di seluruh NTT.
3. Aplikasi Digital Pemuda Tani
Aplikasi khusus petani akan digunakan untuk Mengunggah stok hasil pertanian, Menjual langsung ke dapur umum, hotel, restoran, dan masyarakat, Menyediakan layanan konsultasi pertanian, Memuat data petani berbasis GPS dan Mendukung pembelian pupuk dan alat pertanian.
“Digitalisasi adalah jawaban bagi anak muda. Kita siapkan aplikasi agar petani tidak lagi berjalan sendiri. Semua terhubung, semua bergerak,” jelas Bobby.
Gubernur Dipastikan Hadir
Panitia memastikan bahwa Gubernur NTT akan hadir dalam kegiatan penanaman jagung dan pelantikan. Bobby menilai kehadiran pemerintah menjadi dukungan penting dalam mendorong gerakan Pemuda Tani Indonesia NTT.
“Kami siap keliling seluruh kabupaten/kota untuk menggerakkan anak-anak muda. Ini bukan gerakan kecil. Ini gerakan kebangkitan pertanian NTT,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Ketua Dewan Pembina Presiden Prabowo Subianto, Bobby optimistis bahwa Pemuda Tani Indonesia NTT akan menjadi motor perubahan dalam pembangunan pertanian di wilayah Timur Indonesia. (MI)
