Kupang,nwartapedia.com — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan olahraga di NTT.
Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskansn, para pejabat administratif, pengawas, pejabat fungsional, serta ASN Dispora NTT, Ketua Panitia sekaligus Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Unum Ahli Muda pada bidang Prestasi Olahraga dan anggota panitia semua staf Bidang Prestasi Olahraga Dispora, Dudi Baranuri. SE.
Selain itu, hadir pula para akademisi, perwakilan Dispora kabupaten/kota, KONI Provinsi dan kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Tonggak Sejarah Baru bagi Dispora NTT
Para peserta memberikan apresiasi tinggi dan menilai kegiatan ini sebagai sejarah baru bagi Dispora NTT. Untuk pertama kalinya, Dispora mulai merintis penyusunan Desain Olahraga Daerah, sebuah dokumen fundamental yang akan menjadi pandu dan titik pijak dalam pembinaan, pengembangan, serta peningkatan prestasi olahraga prestasi di NTT.
Desain ini diharapkan mampu mengarahkan pembangunan olahraga sehingga lebih terencana, terukur, dan mampu bersaing pada level lokal, nasional, hingga internasional.
Dilaksanakan Secara Hibrid
Pelaksanaan FGD dilakukan dengan metode hibrid, menggabungkan partisipasi luring (offline) dan daring (online).
Model ini memungkinkan keikutsertaan yang lebih luas dari seluruh pemangku kepentingan olahraga di berbagai wilayah NTT.
Pemateri dari Akademisi Olahraga
Kegiatan ini juga menghadirkan Moderator Maria Fatubun , S.Pd dan narasumber utama Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, yang membawakan materi terkait strategi penyusunan Desain Olahraga Daerah, model pembinaan jangka panjang, dan pendekatan ilmiah dalam pengembangan cabang olahraga.
Melalui kegiatan ini, Dispora NTT berharap hasil FGD dapat menjadi fondasi kuat dalam pembangunan ekosistem olahraga daerah, sekaligus mencetak prestasi yang membanggakan bagi Nusa Tenggara Timur. (MI)

