Kupang,nwartapedia.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernes Ludji, untuk pertama kalinya memimpin apel bersama seluruh jajaran dinas pada Rabu (19/11/2025) pagi.
Di hadapan ratusan pegawai, Ernes menegaskan komitmennya untuk bekerja secara kolaboratif dan menjaga stabilitas organisasi pada masa transisi kepemimpinan.
Dalam arahannya, Ernes menekankan bahwa penugasan dirinya sebagai PLT Kadis merupakan amanah yang diterimanya tanpa ambisi pribadi.
“Saya datang ke sini bukan atas kemauan pribadi, tetapi karena perintah pimpinan. Dan dalam iman saya percaya, kalau Tuhan yang mengatur jalan, maka tidak ada yang perlu diperdebatkan,” ujarnya.
Ernes menyatakan, pergantian pucuk pimpinan dalam organisasi pemerintahan adalah hal wajar. Namun ia menegaskan, nilai-nilai kerja yang selama ini sudah tertanam, disiplin, kebersihan kantor, dan etos kerja,harus tetap di pertahankan.
“Pemimpin boleh berganti. Tapi semangat yang sudah dibangun tidak boleh padam. Kita harus memastikan roda organisasi tetap bergerak,” tegasnya.
Dinas Pendidikan “Dapur” Pembentukan Masa Depan Bangsa
Dalam amanatnya yang berlangsung hampir 20 menit, Ernes menyoroti posisi strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Kalau bangsa ini ingin berdiri kokoh 50 tahun lagi, fondasinya dibangun di sini. Dinas ini adalah dapur pembentukan generasi,” kata Ernes.
Ia bahkan memberikan penghormatan khusus kepada para guru yang hadir dalam apel tersebut. Salah satu yang disebut adalah mantan guru sekaligus wali kelasnya di SMP. “Orang yang dulu menegur dan mendidik saya menjadi seperti sekarang, hari ini berdiri di depan saya. Itu suatu kehormatan,” ucapnya.
Ernes menyampaikan salah satu fokus kerjanya dalam tiga bulan ke depan: pembenahan data dasar pendidikan.
Ia meminta bidang perencanaan menyiapkan “data tunggal” yang akurat mengenai sekolah, guru, siswa, dan seluruh sumber daya pendidikan Kota Kupang.
“Kalau data berubah-ubah, perencanaan akan kacau. Saya belajar banyak dari Bappeda. Data yang baik adalah awal dari kebijakan yang benar,” ujarnya.
Ia menginstruksikan agar dokumen data tersebut menjadi rujukan resmi dan dimiliki setiap pejabat struktural sebagai “buku saku dinas” dalam menyampaikan informasi kepada publik maupun pimpinan daerah.
Bekerja Tanpa Sekat
Ernes menegaskan ia akan bekerja secara “borderless”, tanpa jarak birokratis yang tidak perlu.
“Kita semua sama, sama pakai seragam Korpri. Yang membedakan hanya tugas dan kewenangan,” katanya.
Ia meminta seluruh pegawai memberikan masukan tanpa ragu dan tidak salah menafsirkan jika dirinya banyak bertanya.
“Saya bertanya bukan mencari kesalahan. Saya ingin memastikan saya paham sebelum pimpinan bertanya kepada saya,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya urusan guru atau sekolah.
“Kalau ada anak bermasalah lalu guru disalahkan, itu tidak adil. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat,” tuturnya.
Menutup arahannya, Ernes mengajak seluruh pegawai untuk mendoakan kesembuhan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan definitif agar dapat kembali menjalankan tugas. (Goe)
