Kupang, nwartapedia.com — Dalam upaya mendorong peningkatan literasi dan pemberdayaan komunitas umat, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang bersama Stasi Bello resmi meluncurkan dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Kegiatan peluncuran ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/8/2025) bertempat di Aula Paroki Kolhua, dengan dihadiri perwakilan pemerintah, tokoh umat, serta mitra dari dunia usaha.
Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone, atau yang akrab disapa Romo Dus, menjelaskan bahwa pembentukan TBM merupakan bentuk keterlibatan Gereja dalam menjawab kebutuhan intelektual dan sosial umat, di samping pembinaan iman.
“TBM ini adalah wujud nyata bahwa Gereja hadir tidak hanya untuk pelayanan rohani, tetapi juga untuk mencerdaskan kehidupan umat dan memberdayakan komunitas,” ujar Romo Dus saat dikonfirmasi pada Minggu malam (3/8).
Inisiatif ini tidak berdiri sendiri. Paroki Kolhua menggandeng Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan kecantikan berskala nasional, dalam pengadaan lebih dari 100 judul buku bacaan yang akan memperkaya koleksi awal kedua TBM tersebut.
General Manager Larissa Aesthetic Center, Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., M.M., menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap penguatan literasi dan ekonomi kreatif di komunitas lokal.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin berkontribusi membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan mandiri,” ungkap Caecilia.
Tak hanya menyumbang buku, Larissa juga akan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan berupa workshop pembuatan produk perawatan kulit berbahan alami.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta, khususnya para perempuan, dengan keterampilan praktis serta edukasi seputar perawatan diri yang sehat dan alami.
“Perempuan yang teredukasi dan mandiri adalah fondasi penting dalam membangun komunitas yang kuat dan berdaya saing,” tambah Caecilia.
Larissa Aesthetic Center, yang didirikan pertama kali di Yogyakarta, kini telah hadir di berbagai kota di Indonesia, termasuk Kupang, dengan lokasi cabang di Jalan Frans Seda, Oebobo.
Peluncuran TBM ini diharapkan menjadi momentum lahirnya sinergi positif antara Gereja, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan ekonomis. Sebuah langkah konkrit menuju pembangunan manusia yang holistik dan berkelanjutan. (Goe)
