Kupang,nwartapedia.com — Pembangunan lapangan cricket bertaraf internasional di Nusa Tenggara Timur resmi dimulai pada Kamis (10/7), ditandai dengan pengerahan alat berat untuk meratakan lahan di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.
Proyek prestisius ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan Pengurus Cricket Indonesia (PCI) NTT sebagai bagian dari persiapan menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di NTT dan NTB pada 2028 mendatang.
Kegiatan perdana ini diawali dengan upacara sederhana dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak yang hadir, antara lain unsur pimpinan Rektorat UKAW Kupang, Yayasan UKAW, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, pengurus KONI provinsi dan kota, Kepala UPTD Sekolah Keolahragaan NTT, aparat kecamatan dan kepolisian, tokoh masyarakat, serta pengurus PCI NTT dari Kabupaten dan Kota Kupang.
Perwakilan Ketua KONI NTT, Alfridus Bria Seran, menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas ini.
Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Ince Sayuna, cabang olahraga cricket telah mengharumkan nama NTT melalui raihan medali di berbagai ajang PON, seperti di Bandung, Papua, dan Aceh-Medan.
“Kami berharap keberadaan lapangan internasional ini akan memacu prestasi lebih tinggi dan menyumbangkan medali emas untuk NTT pada PON 2028,” ungkapnya.
Ketua Umum PCI NTT, Ince Sayuna, menyatakan apresiasi dan rasa syukurnya atas dukungan UKAW yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan lapangan.
“Lapangan ini tidak hanya akan digunakan untuk PON 2028, tetapi juga menjadi venue berbagai kejuaraan internasional di masa mendatang,” ujarnya optimistis.
Senada dengan itu, Plh. Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, Yesni Luik, SH, menyebut kolaborasi UKAW dan PCI NTT sebagai langkah strategis untuk menghadirkan fasilitas olahraga bertaraf internasional di provinsi ini.
“Kerja keras pengurus cricket NTT patut diapresiasi. Kini kita memiliki salah satu cabang olahraga dengan fasilitas berstandar internasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan UKAW, Pdt. Mesakh Beeh, menyatakan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif yang mengembangkan sumber daya manusia dan potensi olahraga di NTT.
Dengan dimulainya pembangunan lapangan cricket bertaraf internasional ini, NTT menegaskan kesiapannya sebagai tuan rumah bersama NTB pada PON XXII tahun 2028.
Kehadiran infrastruktur olahraga ini diharapkan menjadi warisan berharga bagi pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional di masa depan. (goe)

