Kupang,nwartapedia.com – Sebanyak 900 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memulai kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang.
Kegiatan ini berlangsung sejak 5 Juni hingga 5 Agustus 2025 dan merupakan bagian dari program praktik kerja lapangan (PKL) yang terintegrasi dalam mata kuliah Promosi Kesehatan.
Kampanye tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam sebuah upacara seremonial di halaman belakang kantor dinas, Kamis pagi (5/6/2025).
Turut hadir dalam acara itu, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega, Asisten III Setda Kota Kupang Januar Edi Dally, Kabid Pendidikan Dasar Okto Naitboho, Ketua Prodi Kesehatan UCB, serta Kepala LP3M UCB Kupang.
Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB Kupang, Vinsen Making, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa mahasiswa akan menyasar siswa kelas III hingga kelas V dari 149 SD di Kota Kupang.
Mereka tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga berperan sebagai mentor dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
“Program ini berbasis hasil riset yang menunjukkan tren peningkatan penyakit tidak menular, sehingga kami mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang membina siswa, guru, serta komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mandiri,” ujar Vinsen Making.
Dalam sambutannya, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas tersebut. Ia berharap para mahasiswa bisa menjadi inspirasi dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kerjakanlah setiap tugas dengan hati dan tetap jalin kolaborasi dengan semua pihak,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang melalui Kabid Dikdas, Okto Naitboho, menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Kota Kupang telah melaksanakan instruksi Walikota Kupang terkait pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan.
Salah satu contohnya adalah penyediaan tempat sampah terpilah untuk mendidik siswa sejak dini mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.
“Seluruh satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan telah secara aktif menggelar edukasi dan kampanye PHBS sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Kota,” pungkas Okto.
Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen promosi kesehatan, diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditanamkan sejak dini kepada siswa sekolah dasar, guna membentuk generasi muda yang sehat dan peduli lingkungan. (Goe)

