
Kupang,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., bertatap muka langsung dengan warga Kelurahan Liliba dalam pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua RT 39, Amros Awanai.
Dialog ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan pemuda.
Kehadiran Wakil Wali Kota disambut hangat oleh warga yang antusias menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.
Sebelumnya, ia juga diajak berkeliling lingkungan RT 39 untuk melihat langsung kondisi jalan dan fasilitas umum yang membutuhkan perhatian.
Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kota Kupang Maria Rosalinda Uta Teku, Sekretaris Lurah Liliba Johanis Dubu, serta sejumlah Ketua RT dan RW se-Kelurahan Liliba.
Ketua RT 39, Amros Awanai, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Wakil Wali Kota kepada warganya.
“Kami bangga dan merasa dihargai dengan kehadiran Ibu Wakil Wali Kota di sini. Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah untuk perbaikan jalan dan dukungan terhadap program-program masyarakat,” ujarnya.
Dalam tanggapannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan menjadi perhatian pemerintah.
“Kami sudah melihat sendiri kondisi jalan yang perlu diperbaiki. Kami akan mengevaluasi anggaran dan mencari solusi terbaik agar pembangunan bisa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota memaparkan tiga fokus utama yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Kupang dalam 100 hari pertama kepemimpinan, yakni pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, dan reformasi birokrasi.
“Masalah sampah memang menjadi tantangan besar, dan kami sedang merancang solusi yang efektif. Kami juga ingin memberdayakan pemuda yang kreatif agar dapat berkontribusi dalam pengembangan UMKM. Selain itu, reformasi birokrasi akan kami dorong agar pelayanan publik menjadi lebih cepat dan responsif,” jelasnya.
Serena juga mengajak masyarakat untuk bersatu dalam membangun Kota Kupang, tanpa terhambat oleh perbedaan politik pasca-pilkada.
“Mari kita tinggalkan sekat-sekat yang ada dan fokus pada pembangunan. Kota ini milik kita semua, dan kita hanya bisa maju jika bekerja sama,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari minimnya anggaran untuk Posyandu, genangan air yang tak kunjung diatasi, hingga akses jalan yang terhambat.
Warga juga meminta perhatian lebih terhadap pengelolaan sampah dan dukungan bagi kegiatan kepemudaan melalui Karang Taruna.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota menegaskan komitmennya untuk mencari solusi yang cepat dan tepat, termasuk meningkatkan perhatian terhadap kader Posyandu, memperbaiki infrastruktur, dan mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan kota.
Menutup pertemuan, Wakil Wali Kota kembali menegaskan bahwa membangun Kota Kupang bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Kami akan terus membuka ruang komunikasi dengan warga. Dengan kolaborasi dan kerja sama, kita bisa mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dialog ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat.
Diharapkan, pertemuan seperti ini terus berlanjut agar setiap langkah pembangunan benar-benar sesuai dengan harapan warga. ***

