
Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Angela Lusi-Deran melakukan serah terima Pondok Pangan Lestari ke Dasawisma Nefonaek yang berlangsung di Kantor Lurah Nefonaek pada Sabtu tanggal 15 November 2024.
Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Angela Lusi-Deran dalam sambutannya mengucapkan terima kasih untuk Dasawisma Nefonaek dan semua pihak yang turut berkontribusi dalam pondok pangan lestari.
Usai serah terima pondok pangan lestari ini, Angela berharap dasawisma dan tim penggerak PKK mempunyai rasa memiliki terhadap pondok tersebut
“Setelah rapat perdana kami langsung ke sini dan kita melakukan serah terima agar kita semua bergerak. Tidak boleh satu, atau dua orang saja yang bergerak. Kita sama-sama belajar jangan hanya sampai di sini, pulang rumah kita buat di rumah tambahan untuk konsumsi keluarga,” ucap Angela.
Sementara itu ditemoat yang sama, Mantan Penjabat Ketua Tim PKK, Ny. Lousje Marlina Funay Pellokila mengatakan, pondok pangan ini terbentuk karena dirinya pernah melihat hal serupa di provinsi lain saat masih menjabat. Sejak saat itu munculah ide untuk menanam aneka sayuran, untuk menjadi contoh bagi kelurahan dan warga Kota Kupang.
“Saya punya mimpi agar Kelurahan Nefonaek bisa menjadi agrowisata di Kota Kupang. Sehingga terbentuklah rumah pangan lestari ini. Walaupun belum sempurna tetapi saya ingin agar para dasawisma menghasilkan uang dari pondok pangan lestari ini. Orang bilang istilahnya tanam cabai hasilkan cuan,” ujarnya Jumat, 15 November 2024.
Selain itu Lousje juga menjelaskan pilar-pilar kayu yang dibuat di area itu, agar tanaman merambat bisa menghiasi pilar-pilar itu.
“Kalau sudah subur, orang akan tertarik berfoto-foto dan kita bisa pasang tarif untuk berfoto tersebut. Selain sayuran bisa juga kita tanam bunga-bunga agar semakin cantik,” ucapnya.
Untuk diuketahui, lahan pekarangan di Kantor Lurah Nefonaek, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang dijadikan pilot project atau contoh untuk budidaya sayuran.
Hal ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka stunting yakni dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong yang ada di rumah untuk ditanami sayur-sayuran dan bumbu dapur.
Tujuannya agar kebutuhan gizi dan vitamin terpenuhi dari berbagai sayuran, menekan pengeluaran rumah tangga, menekan inflasi, hingga mengurangi angka stunting.
Lahan ini ditanami dengan 250 polybag sayuran yang terdiri dari terong, cabai, tomat, kangkung, sawi pokcoy yang ditanam dengan metode hidroponik, Pare, dan budidaya 125 ikan lele.
Pondok pangan bernama Aku Hatinya PKK ini dalam pengelolaannya melibatkan berbagai stakeholder mulai dari PKK tingkat kota, PKK kecamatan, PKK kelurahan, dasawisma, kaum difabel, penyuluh, dan warga kelurahan. (MI)
