Kupang,Mwartapedia.com – Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2020 telah mencapai 106,51 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 68,81 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Darwis Sitorus dalam press rilis yang barlangsung secara virtual pada Jumad (05/92/2021).
Darwis mengatakan Ekonomi NTT triwulan IV-2020 mengalami kontraksi sebesar 2,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 .
“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Jasa Keuangan sebesar 13,15 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi terendah yaitu pada komponen Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga sebesar 1,06 persen,”Ungkapnya.
Masih menututt Darwis ,Ekonomi NTT triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 1,85 persen dibandingkan dengan triwulan III-2020.
“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 18,65 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 42,56 persen,”Tambahnya.
Lebih lanjut Darwis menjelaskan Ekonomi NTT pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,83 persen.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 12,29 persen Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan dengan kontraksi terendah yaitu pada Komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,64 persen,”Jelasnya.
Lanjut Darwis Struktur Ekonomi NTT pada Tahun 2020 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 28,51 persen.
“Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar70,07 persen,”Pungkas Krpala BPS NTT (ML)..

