Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka peluang kolaborasi strategis bersama Yayasan Maringgi Malala dalam upaya menghadirkan perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat Daya.
Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi unggulan Pulau Sumba.
Audiensi yang berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026) tersebut mempertemukan jajaran pimpinan Undana yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, bersama tim Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Dari pihak yayasan hadir langsung Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate.
Dalam pertemuan itu, pihak Undana menegaskan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam proses pengembangan institusi, mulai dari pendampingan akademik hingga penguatan sistem pembelajaran.
Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata.
Prof. Annytha menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Sumba Barat Daya sangat besar, namun perlu didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Karena itu,
Undana siap mengambil peran dalam memperkuat fondasi akademik, termasuk mendorong pembentukan tim khusus guna mempercepat realisasi program setelah kesepakatan formal ditetapkan.
Di sisi lain, Yonatan B. Agu Ate menyoroti masih rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Sumba Barat Daya.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar lulusan sekolah kejuruan pariwisata belum melanjutkan ke jenjang universitas, sehingga berdampak pada minimnya tenaga lokal yang mampu bersaing di sektor tersebut.
Menurutnya, kehadiran kampus pariwisata akan membuka akses pendidikan yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat setempat.
Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja profesional dari putra daerah yang mampu mengisi peran strategis dalam industri pariwisata.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai kampus yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan pengembangan pendidikan tinggi di bidang pariwisata, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.*
