Kupang, nwartapedia.com – Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Nusa Cendana kembali melahirkan doktor baru. Frans J. Likadja resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-45 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula FISIP Undana, Senin (13/4/2026).
Dalam disertasinya, Frans mengangkat isu strategis mengenai ketahanan energi di wilayah kepulauan kecil, dengan fokus pada kondisi di Nusa Tenggara Timur yang hingga kini masih menghadapi ketimpangan akses listrik. Ia secara khusus menyoroti Pulau Semau, di mana sebagian masyarakat masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan berdampak besar terhadap lingkungan.
Sebagai solusi, Frans menawarkan penerapan sistem smart hybrid microgrid berbasis energi surya yang dioperasikan secara paralel dengan PLTD. Sistem ini mampu memproduksi rata-rata 1.800 kWh energi per hari, menghemat penggunaan bahan bakar hingga 540 liter solar, serta berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).
Menurutnya, inovasi teknologi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.
Namun demikian, Frans menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Diperlukan kebijakan yang inklusif, tata kelola yang efektif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap implementasi.
“Transisi energi di wilayah kepulauan harus berbasis pada kebutuhan lokal dan didukung oleh kebijakan yang tepat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.
Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi masyarakat NTT. Utamakan empati dan pengabdian dalam setiap langkah,” pesannya.
Dengan pengukuhan ini, hasil penelitian Dr. Frans J. Likadja diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan energi terbarukan, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *
