Kupang, nwartapedia.com — Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Kupang secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pengukuhan pengurus dan temu alumni yang berlangsung di Aula Gereja St. Petrus Rasul TDM, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu, Bersaudara, dan Berkontribusi bagi Gereja dan Bangsa.”
Ketua Alsemat Regio Timor terpilih, Isidorus Lilijawa, kepada media menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan para alumni Seminari Mataloko yang selama ini tersebar dan belum terhimpun secara formal di Kota Kupang.
“Selama ini sebenarnya banyak alumni Seminari Mataloko di Kupang, namun belum terwadahi dalam satu perhimpunan yang lebih formal. Setelah melalui proses, hari ini kita secara resmi mengukuhkan pengurus sekaligus menggelar temu alumni,” ujar Isidorus.
Ia menjelaskan, kehadiran para pembina dari Seminari St. Yohanes Berkhmans serta para pastor menjadi bukti dukungan penuh terhadap terbentuknya Alsemat Kupang.
Isidorus menegaskan, dirinya dipercaya memimpin alumni bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas alumni.
“Kami berharap ini menjadi momentum untuk kembali bersatu dan memperkuat semangat kebersamaan sebagai alumni Seminari Mataloko, agar ke depan dapat melakukan berbagai aksi nyata dalam menyongsong satu abad Seminari Mataloko,” jelasnya.
Lebih lanjut, Isidorus menegaskan bahwa Alsemat Kupang tidak berjalan sendiri. Pihaknya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari asal Timor, yang diketuai oleh Maria Rosalinda Uta Teku.
Kolaborasi tersebut telah terwujud melalui suksesnya kegiatan pentas seni bertajuk Mataloko Symphony yang digelar sehari sebelumnya di Aula Auditorium Undana.
“Kegiatan semalam adalah bentuk nyata kolaborasi antara panitia alumni dan orang tua siswa. Ini menjadi awal yang baik agar ke depan kita terus berjalan bersama dalam merancang agenda-agenda menuju 100 tahun Seminari Mataloko,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Alsemat Regio Timor, Kunibertus Ganti Gai, menilai seluruh rangkaian kegiatan sebagai narasi kuat tentang proses pendidikan calon imam yang selama ini jarang disadari umat.
“Melalui pentas seni semalam, umat diajak tidak hanya melihat hasil akhir berupa imam, tetapi juga memahami proses panjang yang dijalani para seminaris—suka, duka, kebersamaan, tawa, air mata, dan dinamika hidup selama berada di lembaga pendidikan,” ungkap Kunibertus.
Menurutnya, keterlibatan umat dalam proses pendidikan calon imam merupakan hal penting yang perlu terus ditumbuhkan. Ia juga menegaskan bahwa temu alumni ini merupakan langkah awal untuk menghimpun kekuatan alumni secara lebih terarah.
“Status sebagai alumni tidak pernah pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, kita tetap alumni. Karena itu, kebersamaan hari ini adalah upaya menyatukan langkah dan pikiran untuk memikirkan apa yang bisa kita kontribusikan bagi almamater, rumah besar yang telah membesarkan dan mendidik kita,” tegasnya.
Kunibertus yang telah menjadi alumni Seminari Mataloko selama lebih dari 40 tahun itu berharap, Alsemat Kupang ke depan tetap solid dan kompak dalam memberikan gagasan, dukungan moral, maupun kontribusi nyata bagi pengembangan Seminari Mataloko serta Gereja dan bangsa.
Kegiatan pengukuhan dan temu alumni ini berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi tonggak awal penguatan peran alumni Seminari Mataloko di Kota Kupang menuju perayaan satu abad lembaga pendidikan tersebut.
Pengurus secara resmi dikukuhkan oleh Wakil Praeses Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko, RD Tinyo Sera. Penandatanganan berita acara pengukuhan dilakukan oleh Penasehat RP Edu Dosi, SVD, Pembina Kunibertus Ganti Gai, Ketua Alsemat Regio Timor Isidorus Lilijawa, serta disaksikan oleh Ketua POT Regio Timor, Linda Uta Teku.
Dalam kepengurusan yang dikukuhkan, Isidorus Lilijawa dipercaya sebagai Ketua dan Ardian Aman sebagai Sekretaris.
Kegiatan ini turut dihadiri para imam dari Seminari Mataloko, yakni RD John dan RD Armand, sebagai wujud dukungan terhadap peran alumni dalam mempererat persaudaraan serta memberi kontribusi nyata bagi Gereja dan bangsa. (MI)
