Kupang, nwartapedia.com — Konser Berkmawan Simphoni bertema “Misteri di Balik Jubah Putih” yang digelar oleh Seminari Menengah Santo Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (31/1/2026), menuai apresiasi luas dari masyarakat dan dinilai berlangsung sangat sukses.
Ketua Panitia Konser, sekaligus Ketua Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari Mataloko Regio Timur dan juga Anggota DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku kepada media ini pada Minggu (1/2/2026) menyampaikan bahwa hampir seluruh penonton mengaku sangat puas dan menilai penampilan para seminaris sebagai pertunjukan yang luar biasa dan berkualitas.
Ia mengungkapkan, kesuksesan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi panitia, terutama karena kekhawatiran akan sepinya penonton di gedung berkapasitas besar tidak terbukti.
“Puji Tuhan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tiket yang terjual mencapai lebih dari 3.000 lembar. Dari target awal 3.500 tiket, panitia bahkan harus mencetak tambahan 750 tiket karena permintaan yang tinggi,” jelasnya.
Rosalinda menambahkan, keberhasilan konser ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sekolah, di antaranya SMA Giovanni, St. Arnoldus Janssen, dan Seminari St. Rafael Oepoi, yang bersama-sama menampilkan paduan suara, teater, band, serta marching band dalam empat babak pentas.
Menariknya, penonton tetap bertahan di dalam auditorium sejak acara dimulai pukul 19.30 Wita hingga berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.
Selain pertunjukan seni, panitia juga menggelar lelang lukisan karya seminari Mataloko yang mendapat dukungan besar dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Gubernur NTT yang hadir langsung pada konser tersebut membeli seluruh 15 lukisan besar yang tersisa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan dan pembinaan para seminaris.
Ia menegaskan bahwa suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan Perhimpunan Orang Tua Seminari Mataloko Regio Timur yang beranggotakan sekitar 60 orang dari berbagai daerah seperti Sabu, Atambua, Sumba dan Kefamenanu.
Sementara itu, Kepala Sekolah Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko, RD Tinyo Sera, mengatakan bahwa konser ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan karakter para seminaris, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
Menurutnya, kegiatan seni seperti konser menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan talenta, serta membangun kepekaan sosial dan semangat misioner.
Ia menilai kegiatan tersebut berjalan sangat baik, produktif, dan mendapat perhatian besar dari orang tua, alumni, serta masyarakat luas.
RD Tinyo Sera berharap sinergi antara seminari, orang tua, dan alumni dapat terus terjalin, sehingga panggilan imamat semakin dikenal luas dan mampu menyentuh umat di berbagai tempat.
Ke depan, pihak seminari juga berencana untuk terus mengembangkan konsep serupa, karena kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin dan bagian penting dari pembelajaran integral di Seminari Mataloko. (MI)

