Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) lokal, khususnya di sektor kopi, melalui pelaksanaan Festival Kopi Kota Kupang.
Kegiatan yang digelar pada malam hari ini melibatkan langsung para pelaku usaha kopi lokal sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produk unggulan daerah.
Mewakili Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, secara resmi membuka festival tersebut. Sekda hadir didampingi Plt Asisten I Ignasius Lega, Asisten II, Asisten III Yanuar Daly, Kepala Badan Keuangan Daerah Jimi Tunliu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ernest Ludji, serta Kepala Dinas Perindustrian Alfred Lakabela. Kehadiran jajaran pimpinan OPD ini menjadi penegasan keseriusan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan IKM kopi.
Dalam sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang yang sedianya hadir langsung namun berhalangan karena adanya pergeseran jadwal dan kewajiban menghadiri agenda strategis lainnya.
Pada waktu yang sama, Wakil Wali Kota Kupang juga harus bertolak ke Soe untuk menjalankan tugas pemerintahan.
“Namun ketidakhadiran beliau tidak mengurangi komitmen pemerintah. Kehadiran para asisten dan pimpinan OPD malam ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Kupang sungguh-sungguh mendukung para pelaku UMKM dan IKM kopi,” tegas Sekda.
Sekda juga menyoroti pelaksanaan festival yang diikuti oleh 10 peserta, meskipun pada malam pembukaan baru 8 booth yang terisi.
Ia berharap seluruh booth dapat segera terisi penuh sebagai wujud antusiasme dan kepercayaan pelaku usaha terhadap ruang promosi yang disediakan pemerintah.
Menariknya, dalam sambutan yang komunikatif dan reflektif, Sekda Jefri Pelt mengaitkan kopi dengan filosofi kehidupan dan kepemimpinan.
Ia mengaku sebagai penikmat kopi dan menekankan bahwa kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol kolaborasi.
“Rasa terbaik dari kopi tidak lahir dari satu unsur saja. Ada kopi, ada gula, tetapi yang paling penting adalah orang yang meraciknya. Di situlah makna kolaborasi,” ujarnya.
Menurutnya, tema festival kopi yang diangkat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong kolaborasi, baik internal maupun eksternal, dalam membangun kota.
Festival kopi ini tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga membawa pesan tentang sinergi, kebersamaan, dan kerja kolektif.
“Kegiatan ini bukan hanya soal menikmati kopi yang enak, tetapi tentang memahami bahwa setiap hal baik yang kita nikmati lahir dari banyak tangan, banyak pikiran, dan banyak kerja sama,” lanjutnya.
Sekda optimistis bahwa melalui festival kopi ini, para pelaku usaha lokal akan semakin berkembang. Pemerintah Kota Kupang, kata dia, terus menyiapkan berbagai ruang dan lokasi strategis sebagai wadah promosi dan penyajian kopi lokal berkualitas agar kopi Kupang memiliki identitas dan daya saing yang kuat.
Menutup sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Kopi Kota Kupang.
“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Kami yakin dan percaya, dengan kolaborasi yang kuat, usaha kopi di Kota Kupang akan terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (MI)
