Jakarta,nwartapedia.com — Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) KADIN Indonesia yang digelar di Park Hyatt Hotel Jakarta kembali menjadi panggung penting bagi sinergi pemerintah dan dunia usaha.
Selama tiga hari pelaksanaan, forum ini menghadirkan deretan menteri strategis, mulai dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Mendagri, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Danantara, hingga sejumlah menteri lainnya yang memaparkan arah kebijakan nasional di sektor masing-masing.
Namun salah satu momen paling menarik perhatian terjadi ketika Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, M.M., MBA, menyampaikan apresiasi dan aspirasi langsung kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Dalam forum tersebut, Bobby Lianto yang juga baru dilantik sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian atas program revitalisasi perkebunan kakao di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah NTT.
Bobby Lianto tak hanya menyampaikan laporan teknis, tetapi juga membagikan kisah personal mengenai perjuangan orang tuanya membangun perkebunan kakao di Sumba Barat selama lebih dari 31 tahun.
Menurutnya, program revitalisasi yang dijalankan tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya para petani kakao di Sumba Barat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah.
Bobby Lianto juga memohon agar pemerintah memberi kebijakan khusus bagi NTT untuk mempercepat lahirnya hilirisasi industri, sehingga potensi komoditas daerah dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Tak butuh waktu lama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman langsung memberikan tanggapan tegas yang mengejutkan seluruh peserta RAPIMNAS.
Di hadapan para pemimpin daerah, pengusaha nasional, hingga jajaran kementerian, ia menyatakan komitmennya memperkuat perkebunan kakao NTT, khususnya di Sumba Barat.
“Ketum KADIN NTT segera hubungi Bupati Sumba Barat. Ketemu Dirjen Perkebunan, dapat anggaran kakao,” ujar Mentan Amran.
Pernyataan spontan tersebut seketika disambut tepuk tangan meriah dari seluruh ruangan, menandai sebuah keputusan penting bagi sektor pertanian di wilayah timur Indonesia.
Dengan tambahan anggaran kakao tersebut, Sumba Barat diproyeksikan menjadi salah satu sentra kakao potensial yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTT melalui peningkatan produktivitas sekaligus peluang hilirisasi.
RAPIMNAS KADIN 2025 pun menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional dan NTT menjadi salah satu wilayah yang kini mendapat perhatian khusus. (MI)
