Kupang nwartapedia.com – Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Kupang menghadirkan program keringanan besar-besaran bertajuk “Promo Khusus Buka Segel”, sebuah inovasi yang memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mengaktifkan kembali sambungan air yang telah lama disegel akibat tunggakan.
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya jumlah sambungan yang tidak aktif dan tingginya nilai piutang perusahaan.
“Per Oktober 2025, total tunggakan pelanggan mencapai Rp4,7 miliar, dan hampir 7.000 dari 17.000 pelanggan berada dalam status nonaktif atau disegel. Angka ini memaksa kami untuk mencari solusi inovatif agar masyarakat bisa kembali menikmati layanan air bersih dan Perumda dapat memperbaiki kondisi keuangannya,” tegas Isidorus Lilijawa saat melaunching program ini di halaman Kantor PDAM Kota Kupang pada Senin (17/11).
Isidorus menjelaskan bahwa melalui promo ini, pelanggan cukup membayar 50 persen dari total tunggakan, sementara seluruh denda langsung dihapus. Sisa kekurangan dapat dicicil dengan skema yang disepakati bersama petugas.
“Minimal cicilan lima kali, tetapi bagi pelanggan dengan tunggakan besar kami berikan fleksibilitas hingga delapan atau sepuluh kali. Intinya, program ini dibuat agar pelanggan tidak terbebani,” jelas Direktur.
Program ini berlaku mulai 17 November hingga 31 Desember 2025, sekaligus sebagai hadiah akhir tahun menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdi Jeremias, menegaskan bahwa Perumda telah menyiapkan berbagai saluran layanan untuk memudahkan pelanggan.
“Pelanggan bisa datang ke kantor, menghubungi nomor layanan yang kami sebarkan, atau meminta petugas kami datang langsung ke rumah. Kami ingin memastikan semua pelanggan memiliki akses untuk mengaktifkan kembali sambungannya,” kata Ferdi.
Menurutnya, selama bertahun-tahun banyak pelanggan terhambat membayar tunggakan besar sekaligus, sehingga sambungan mereka tetap disegel dalam waktu lama. Kebijakan baru ini diharapkan mampu mengatasi kendala tersebut.
“Dengan hanya membayar setengah, dendanya dihapus, dan sisanya dicicil, pelanggan tidak lagi harus menunggu bertahun-tahun untuk kembali mendapatkan air. Ini langkah kami untuk mendekatkan pelayanan dan memperbaiki hubungan dengan pelanggan,” ujarnya.
Pelanggan pertama yang memanfaatkan program ini adalah Muhibbudin Harun, warga Penkase. Ia mengaku sangat terbantu oleh kebijakan baru tersebut.
“Tunggakan saya sejak 2021 sebesar Rp2.402.000. Dengan adanya promo ini saya cukup membayar 50 persen, sisanya bisa dicicil. Meteran saya sudah dipasang kembali,” ungkapnya penuh syukur.
Cerita seperti ini diharapkan Perumda akan menjadi awal perubahan besar dalam pemulihan layanan air bersih di Kota Kupang.
Program “Buka Segel” menjadi tonggak baru bagi Perumda Air Minum Kota Kupang dalam menghadapi tantangan piutang menumpuk serta meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih.
“Ini bukan sekadar promo, tetapi langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan sekaligus membuka akses air bersih bagi ribuan warga Kota Kupang,” tutup Isidorus.
Program ini masih akan berjalan hingga 31 Desember 2025, dan Perumda mengimbau pelanggan yang sambungannya disegel untuk segera datang dan memanfaatkan kemudahan tersebut. (MI)
