Kupang,nwartapedia.com — Sebuah kegiatan penuh makna bertajuk “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang” resmi digelar di Gedung Pramuka Kupang pada Kamis (3/7/2025).
Acara ini berlangsung selama tiga hari hingga 5 Juli 2025 dengan melibatkan 78 peserta dari 37 jemaat yang ada di Klasis Kota Kupang.
Kegiatan ini mengangkat tema besar “Warisan Nilai-Nilai Kristiani”, dengan sub-tema “Perempuan Mengukir Jejak sebagai Warisan bagi Generasi Mendatang”, yang menjadi cerminan semangat perempuan GMIT dalam menanamkan nilai iman, kasih, dan pelayanan bagi masyarakat dan gereja.
Menghargai Peran Perempuan dalam Gereja dan Masyarakat
Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan Klasis Kota Kupang, Nurini Tanaem, di sela-sela kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program dari bidang marturia (kesaksian) yang dirancang secara khusus dalam tahun pelayanan 2025.
“Dari 47 jemaat di Klasis Kota Kupang, 37 berpartisipasi dan benar-benar hadir. Kami merasa bangga karena kegiatan ini menjadi ruang belajar dan refleksi tentang pentingnya peran perempuan dalam membentuk peradaban iman di tengah gereja dan masyarakat,” ujar Nurini.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama kali digelar dan menjadi langkah awal untuk memperluas jejak-jejak perempuan yang berdampak dalam kehidupan bergereja dan sosial.
Tujuan Mulia untuk Perempuan GMIT
Ketua Tim Pelayanan, Ostin Leo Lede Malogha, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter, membekali pengetahuan, serta memperkuat jejaring perempuan dalam pelayanan dan pengabdian.
Terdapat lima tujuan utama yang diusung:
1. Meningkatkan kesadaran perempuan atas hak-haknya dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik.
2. Memperkuat jaringan dan solidaritas antarperempuan melalui diskusi dan kegiatan kolaboratif.
3. Memberikan keterampilan dan pengetahuan dalam berbagai bidang untuk menjawab tantangan zaman.
4. Mendorong keteladanan dari tokoh-tokoh perempuan dalam Alkitab dan Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus.
5. Membentuk pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu menyalurkan ilmu dan dampak positif di jemaat dan lingkungan sekitarnya.
Persiapan Matang dan Harapan Besar
Ketua Pengurus Perempuan Klasis Kota Kupang, Sien Taopan-Fointuna, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan selama lebih dari dua bulan.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya membangkitkan kesadaran kolektif perempuan akan pentingnya berbagi, belajar, dan melayani bersama.
“Harapan kami, para peserta yang hadir bisa menjadi penggerak dan membagikan kembali ilmu yang didapat kepada perempuan lain di jemaat masing-masing,” jelas Sien Faintuna.
Walaupun kegiatan ini tidak melibatkan kerja sama langsung dengan instansi luar, pihak penyelenggara mengaku bersyukur atas dukungan moral dan donasi dari Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang dan Ketua DPRD Kota Kupang dan donatur lainnya, yang turut menyemangati keberhasilan kegiatan.
Warisan Bagi Generasi dan Masa Depan
Kegiatan Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang bukan sekadar forum belajar, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai Kristiani tetap hidup melalui peran aktif perempuan.
Para peserta dibekali tidak hanya dengan materi spiritual, tetapi juga penguatan di bidang mental, sosial, dan kepemimpinan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar—di mana perempuan GMIT bukan hanya menjadi penerus warisan iman, tetapi juga pengukir sejarah baru dalam pelayanan dan peradaban yang penuh kasih. (MI)

