Kupang,nwartapedia.com — Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang bersama Puskesmas Naioni dan Pemerintah Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) dan Skrining Tuberkulosis (TB) Paru sebagai bentuk pengabdian masyarakat dalam upaya menuju Eliminasi TB tahun 2030.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei mahasiswa Program Sarjana Terapan Keperawatan dan laporan dari Puskesmas Naioni yang menemukan 13 warga penderita TB Paru di wilayah Kelurahan Naioni.
Skrining Aktif dengan Alur Pelayanan 5 Meja
ACF dan skrining TB dilakukan melalui Alur Pelayanan 5 Meja, yang merupakan standar dalam pelayanan kesehatan primer dan kegiatan lapangan di posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya.
Proses skrining dilakukan secara kolaboratif oleh dosen dan mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan ACF serta telah lulus mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah, Penyakit Tropis, dan Manajemen Keselamatan Pasien.
Meja 1: Registrasi dan Pendaftaran
Peserta diterima dan didaftarkan oleh mahasiswa yang dibimbing oleh:
- Dr. Florentianus, SKp., M.Kes
- Maria M.V.B. Aty, SKep., Ns., M.Kep
- Yustinus Rindu, SKep., Ns., M.Kep
- Rini Pujiyanti, SKep., Ns., M.Kep
Peserta dicatat identitasnya, diberikan nomor urut, serta dijelaskan proses skrining yang akan dijalani.
Meja 2: Skrining Gejala dan Faktor Risiko
Didampingi oleh:
- Dr. Aemilianus Mau, SKep., Ns., M.Kep
- Yuliana Dafroyati, SKep., Ns., M.Kep
- Antonia Hamu, SKep., Ns., M.Kep
- Fransiskus S. Onggang, SKep., Ns., M.Kep
Wawancara dilakukan untuk menggali gejala TB seperti batuk ≥ 2 minggu, demam, keringat malam, penurunan berat badan, dan riwayat kontak erat. Peserta dengan gejala atau faktor risiko dirujuk ke Meja 3.
Meja 3: Pemeriksaan Penunjang
Didampingi oleh:
- Simon Sani Kleden, SKep., Ns., M.Kep
- Dr. Margaretha Telly, SKep., Ns., MPh., Ph.D
- Sabinus Kedang, SKep., Ns., M.Kep
- Domianus Namuwali, SKep., Ns., M.Kep
Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel dahak dan foto toraks menggunakan alat X-Ray Portable milik Klinik Pratama Jurusan Keperawatan Poltekkes Kupang untuk memastikan diagnosis TB.
Meja 4: Konseling dan Edukasi
Didampingi oleh:
- Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp., M.Kes
- Aben B.Y. Romana, SKep., Ns., M.Kep
- Fitri Handayani, SKep., Ns., M.Kep
- Dominggos Gonsalves, SKep., Ns., M.Sc
Peserta diberi pemahaman tentang proses pengobatan TB, pentingnya pengobatan tuntas, serta edukasi tentang etika batuk, pemakaian masker, dan teknik pembuangan dahak yang higienis.
Meja 5: Tindak Lanjut dan Rujukan
Didampingi oleh:
- Dr. Emiliana Erningwati Akoit, SKep., Ns., M.Kep
- Yulianti K. Banhae, SKep., Ns., M.Kep
- Trivonia Sri Nurwela, SKep., Ns., M.Kep
- Mariana Oni Bethan, SKep., Ns., M.Kep
- Petugas dari Puskesmas Naioni
Pasien positif TB dirujuk ke Puskesmas untuk pengobatan lanjutan. PMO (Pengawas Minum Obat) dari keluarga atau kader ditunjuk untuk memantau kepatuhan pasien dalam menjalani terapi.
Komitmen Menuju Eliminasi TB 2030
Koordinator kegiatan menegaskan bahwa keberhasilan program ACF bergantung pada keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah setempat, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menemukan kasus TB secara dini, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pencegahan dan pengobatan TB secara tuntas.
Poltekkes Kemenkes Kupang berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Kota Kupang sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menurunkan angka kejadian TB dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas TB. (MI)

