Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur melalui penyelenggaraan AJIVE ke-10 yang menjadi wadah kolaborasi ilmiah Indonesia dan Jepang di bidang kesehatan hewan.
Kegiatan tersebut ditutup secara simbolis dengan penukaran cendera mata serta pementasan seni budaya etnik yang dibawakan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana sebagai bentuk persahabatan dan pertukaran budaya kedua negara.
Penunjukan Undana sebagai episentrum AJIVE ke-10 dinilai memiliki arti strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor peternakan.
Melalui forum ilmiah tersebut, para akademisi dan peneliti membahas berbagai inovasi teknologi serta metode pencegahan penyakit hewan yang diharapkan dapat diterapkan di Nusa Tenggara Timur, daerah yang selama ini dikenal memiliki potensi besar sebagai kawasan peternakan.
Hasil-hasil kajian dan rekomendasi dari simposium ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas ternak, memperkuat sistem kesehatan hewan, sekaligus mendukung keamanan pangan asal hewan di daerah.
Kolaborasi Indonesia-Jepang melalui AJIVE ke-10 juga diharapkan mampu mempercepat peningkatan standar kesehatan hewan di NTT. Dengan dukungan inovasi sains dan teknologi, kesejahteraan peternak lokal dapat terus meningkat sehingga memperkuat posisi NTT sebagai salah satu lumbung ternak nasional di masa mendatang. *
