Kupang, mwartapedia.com – Pertemuan antara Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto bersama dengan GM Pelindo Kupang, Agus Nazar membahas tentang persiapan dimana container crane yang saat ini ada 2 unit, salah satunya akan dilakukan maintenance (pemeliharaan) supaya kelanjutan dari pemakaian ini kedepan menjadi lebih baik dan lebih cepat, Selasa, 15 Februari 2022, yang berlangsung di Kantor KADIN NTT.
Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, MM., MBA meberikan apresiasi kepada GM Pelindo Tenau Kupang karena telah mempersiapkan segala sesuatu secara matang dan baik karena Sebelumnya beberapa pengusaha dan para pelaku usaha menyampaikan kepada KADIN NTT akan kekhawatiran mereka tentang dilakukannya maintenance pada salah satu container crane.
“Kami sangat terbantu melalui informasi-informasi dan jejaring komunikasi di daerah khususnya di provinsi NTT ini. Memang Pelindo Tenau Kupang ini menjadi salah satu barometer pertumbuhan ekonomi yang ada di Provinsi NTT,”ungkapnya.
Bobby Lianto juga mengajak semua pelaku usaha di pelabuhan dari bongkar muat barang agar jangan khawatir untuk segala kemungkinan karena semua sudah di persiapkan dengan matang,
“Semuanya akan berjalan lancar seperti biasa dan maintenance ini dilakukan untuk kebaikan kita semua dan untuk kelancaran pelabuhan sehingga dipastikan akan berjalan dengan baik.” Tambah Bobby Lianto.
Sementar itu, GM PT. Pelindo Tenau Kupang, Agus Nazar menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi dan segala back up pada saat melakukan pemeliharaan container crane ini, sehingga jikalau terjadi sesuatu apapun pada container crane yang sedang dalam masa pemeliharaan, bisa di back up secara cepat.
“Kami menekankan sekali lagi ini alat bukan “RUSAK” melainkan di lakukan “PEMELIHARAAN” demi menjaga lifetime dari pada alat tersebut sehingga dapat terjaga dengan baik, namun informasi terakhir ini alat yang memang sudah berusia cukup tua ini akan di ganti dengan isi yang baru, dan ada janji dari direksi juga bahwa kemungkinan dalam tahun ini atau paling lambat awal tahun depan akan dilakukan penggantian alat baru, karena dalam pelaksanaan 2022 ini kita akan meningkatkan status,”demikian tegas GM PT. Pelindo.
Agus Nazar juga mengatakan bahwa status terminal peti kemas yang hari ini dermaga multiguna akan ditingkatkan menjadi terminal peti kemas dan levelnya akan sama dengan terminal peti kemas Makassar, Surabaya, Bitung, Sorong dan terminal peti kemas lainnya.
“Ini dilakukan karena kita menyetarakan standar pelayanan yang memang penjadi tujuan pak menteri perhubungan atau dari Direksi kami Menteri Perhubungan dan Menter BUMN, jadi gaung pada Direksi menjadikan Pelindo menjadi satu sejak tanggal 1 Oktober kita akan standarkan operasional dan standarkan biaya supaya menekan high cost yang terjadi di seluruh pelabuhan seluruh Indonesia,”ucapnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menjamin seluruh masyarakat NTT agar tidak perlu khawatir, bahwa simulasi semua sudah dirancangkan dan perhitungkan dengan matang sehingga segala kemungkinan yang terjadi alat ini dijaga tidak akan mengalami kerusakan.
“Ini dilakukan untuk menunjang perekonomian di NTT, Pelabuhan di bulan januari ini telah memiliki arus peti kemas sebesar 11 ribu yang mana rata-rata paling tinggi di tahun 2020 hanya 9 ribu dan yang tertinggi adalah 13 ribu. Dan kita harus persiapkan segalanya, dari jalan raya hingga pelabuhan bolok kita perhatikan dan kita lancarkan semua.” Ucap GM Pelindo Kupang. (MI)


