Kupang, nwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa perekonomian NTT pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan (year-on-year).
Dalam rilis resmi yang disampaikan pada Selasa (5/5/2026), BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku mencapai Rp37,88 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp20,42 triliun.
BPS menjelaskan, pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 26,22 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan sebesar 19,92 persen.
Meski mencatat pertumbuhan tahunan yang positif, secara triwulanan (quarter-to-quarter) ekonomi NTT mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.
BPS mengungkapkan, kontraksi terdalam terjadi pada sektor konstruksi yang turun sebesar 19,34 persen.
Dari sisi pengeluaran, penurunan terbesar terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang terkontraksi hingga 45,29 persen, sejalan dengan pola realisasi belanja pemerintah di awal tahun anggaran.
Lebih lanjut, BPS menyebutkan struktur ekonomi NTT masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 28,34 persen.
Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 64,43 persen.
BPS menilai, capaian ini menunjukkan ekonomi NTT tetap tumbuh secara tahunan meskipun menghadapi tekanan pada awal tahun 2026. *
