Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan pentingnya gerakan bersama lintas sektor dalam mencegah dan menindak kasus eksploitasi anak di Kota Kupang.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media di Kantor DPW PSI Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/3/2026).
Dalam keterangannya, Wali Kota memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kupang menerapkan dua strategi utama dalam menangani persoalan tersebut, yakni pencegahan sejak dini dan penindakan tegas terhadap pelaku.
Pada aspek pencegahan, ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada anak-anak dan generasi muda melalui sekolah maupun ruang-ruang publik lainnya.
“Kita harus hadir langsung di sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Anak-anak perlu dibekali pemahaman tentang perlindungan diri, termasuk mengenali situasi berbahaya dan orang asing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun sistem perlindungan anak yang kuat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan dari pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga partai politik untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Wali Kota juga memastikan bahwa langkah penindakan akan dilakukan secara serius melalui pembentukan satuan tugas (Satgas) terpadu. Satgas ini akan melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan TNI dalam melakukan pengawasan serta penertiban di lapangan.
“Penanganan harus tegas agar menimbulkan efek jera. Satgas akan turun langsung ke lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi pelanggaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan pencegahan dan penanganan harus berjalan seimbang. Namun, upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif untuk menekan potensi kasus sejak awal.
“Kalau sudah terjadi, penanganannya jauh lebih kompleks dan membutuhkan biaya besar. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Kupang berharap, melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, kasus eksploitasi anak dapat diminimalisir serta tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Kota Kupang. (MI)
