Kupang,nwartapedia.com — Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri Kupang sekaligus Senator DPD RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto, menyatakan optimisme bahwa Fakultas Kedokteran UCB akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu membangun Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Abraham Paul Liyanto di sela-sela kegiatan tanam jagung perdana bersama Pemuda Tani Indonesia (PTI) NTT yang berlangsung di area Hotel Harper Kupang, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, Fakultas Kedokteran UCB hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor kesehatan melalui pendidikan berkualitas yang terintegrasi.
Fakultas ini tidak hanya membuka Program Studi Kedokteran, tetapi juga Sarjana Kebidanan dan Profesi Kebidanan, serta telah lebih dulu mengembangkan program studi Perawat, Farmasi, dan Apoteker.
“Di Fakultas Kesehatan ini kita sudah mulai dari bidan, perawat, farmasi, apoteker hingga kedokteran. Ini adalah fondasi penting untuk membangun SDM NTT yang lebih baik,” ujar Abraham.
Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan kesehatan akan berdampak langsung pada sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan, lulusan Fakultas Kesehatan diharapkan dapat kembali mengabdi ke desa-desa sebagai dokter, perawat, dan tenaga paramedis.
“Kalau persediaan SDM di tingkat desa sudah bagus, pembangunan akan berjalan lebih cepat. Kita tidak lagi dipimpin oleh orang-orang yang tidak berpendidikan, tetapi oleh sarjana. Saya yakin 5 sampai 10 tahun ke depan NTT bisa keluar dari kemiskinan,” tegasnya.
Abraham juga mengungkapkan bahwa UCB saat ini tengah memproses pembangunan rumah sakit pendidikan yang akan menjadi penunjang utama Fakultas Kedokteran.
Rumah sakit tersebut direncanakan mulai dibangun sekitar April 2026 dan akan berada di bawah pembinaan Universitas Airlangga (Unair).
“Fakultas Kedokteran UCB dibina langsung oleh Universitas Airlangga, fakultas kedokteran terbaik kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia. Dengan pembinaan ini, kualitas SDM kita pasti meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, UCB menjadi universitas swasta pertama di NTT yang membuka Fakultas Kedokteran.
Mahasiswa baru akan mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau serta fasilitas penunjang yang lengkap.
“Kita siapkan sekitar 14 laboratorium, termasuk laboratorium farmasi. Saya jamin kualitas dokter lulusan UCB tidak kalah dengan universitas di Jawa,” katanya.
Pada tahun pertama pembukaan, Fakultas Kedokteran UCB memperoleh kuota 50 mahasiswa, jumlah yang lebih besar dibandingkan standar nasional yang umumnya hanya 25–30 mahasiswa. Kuota tersebut diberikan karena akreditasi yang dinilai sangat baik.
Abraham menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan 60–70 persen mahasiswa asal NTT, sementara sisanya terbuka bagi pendaftar dari luar daerah.
“Website pendaftaran melalui situs resmi UCB yakni findfuture.ucb.ac.id sudah dibuka mulai hari ini. Ada tiga gelombang pendaftaran, yakni Januari, April, dan Juni–Juli 2026. Saya mengimbau anak-anak NTT untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” pungkasnya.
Ia berharap, dengan lahirnya dokter-dokter dari NTT sendiri, provinsi kepulauan ini dapat mandiri dalam pelayanan kesehatan dan tidak lagi bergantung pada tenaga medis dari luar daerah. (MI)
