Kupang,nwartapedia.com – Upaya memperkuat budaya baca di Kota Kupang kembali mendapat dorongan berarti. Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna, yang berlokasi di RT 006/RW 003 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, menerima sumbangan paket buku cerita umum dari Veronika Suci Fridani.
Paket tersebut difasilitasi dan diserahkan langsung oleh Thomas A. Sogen, penulis buku sekaligus mantan guru di Kabupaten Kupang.
Bantuan buku diterima oleh pengelola TBM Gading Taruna, Goris Takene, di halaman TBM yang menjadi pusat aktivitas membaca warga setempat.
Koleksi baru ini diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum yang selama ini menjadikan TBM sebagai ruang belajar alternatif.
Dalam sambutannya, Thomas Sogen menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi literasi di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat belum diiringi dengan tumbuhnya minat membaca generasi muda.
“Kita berada di zaman serba cepat dan serba digital, tapi ironisnya minat baca justru menurun. Banyak anak dan remaja kini lebih dekat dengan gawai daripada buku. Jika ini dibiarkan, literasi akan tenggelam pelan-pelan,” tegas Thomas.
“Karena itu, gerakan kecil seperti membagikan buku adalah bentuk perlawanan terhadap kemerosotan minat baca. Saya berharap lebih banyak pihak ikut terlibat,” tambahnya.
Goris Takene, pengelola TBM, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa TBM Gading Taruna hadir bukan hanya untuk menyimpan buku, tetapi untuk menyalakan kembali semangat belajar warga.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Buku-buku ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di Bello,” ujar Goris.
“Gerakan literasi bukan tugas satu dua orang, tetapi tugas bersama demi menyelamatkan masa depan generasi. Kami berharap semakin banyak pihak ikut menjaga agar literasi tidak terkikis oleh derasnya perkembangan teknologi.”ujarnya.
Penyerahan buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meski era digital terus berkembang, kebutuhan akan ruang baca dan interaksi literasi tetap tidak tergantikan.
Buku, kata Goris, masih menjadi sumber pengetahuan, imajinasi, dan pembentukan karakter yang penting bagi masyarakat.
TBM Gading Taruna berkomitmen terus membuka ruang belajar, mengadakan program literasi, serta mengajak masyarakat ikut dalam pengumpulan dan distribusi buku ke desa-desa dan taman baca lainnya di wilayah NTT.
Thomas Sogen tampak menyerahkan paket buku kepada Goris Takene di halaman TBM Gading Taruna, dengan latar rak dan meja sederhana berisi deretan koleksi bacaan.
Penulis: Gregor Takene
