Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang terus mendorong peningkatan profesionalisme dan etika aparatur sipil negara (ASN).
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokolan bagi pegawai di lingkungan Pemkot Kupang, yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan bertema Meneguhkan Etika Pelayanan dan Keteladanan melalui Keprotokolan yang Humanis dan Melayani ini diikuti oleh 107 peserta, terdiri atas ASN dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta mahasiswa magang dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) dan siswa SMK Negeri 2 Kupang.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Serena menegaskan bahwa keprotokolan bukan hanya soal tata upacara atau seremonial, melainkan mencerminkan wajah birokrasi yang beretika, tertib, dan melayani.
“Keprotokolan adalah tata rasa dan tata sikap tentang bagaimana kita menampilkan wajah birokrasi, bagaimana kita beretika, berkomunikasi, dan melayani dengan hati. Prinsip dasar pemerintahan adalah melayani to govern is to serve,” ujar Serena.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah kegiatan pemerintahan tidak diukur dari kemegahannya, tetapi dari bagaimana tamu dan peserta merasa dihargai serta dari sikap santun aparatur pemerintah dalam setiap interaksi.
Serena juga mengingatkan pentingnya kesederhanaan dan menjauhi perilaku pamer di kalangan ASN.
“Kita harus menampilkan pelayanan yang tulus dan etika yang baik. Pemerintah hadir bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan masyarakat. Mari kita mulai dari diri sendiri dari cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang yang dinilai terus berinovasi dan menunjukkan peningkatan kualitas dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan pemerintahan serta publikasi media.
“Terima kasih kepada seluruh panitia atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengetahuan dan memperkuat semangat pelayanan publik yang beretika dan humanis,” ungkap Serena.
Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M., dalam laporannya menjelaskan bahwa keprotokolan merupakan bagian penting dari citra pemerintahan yang profesional.
Menurutnya, keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, tetapi juga menjadi simbol etika pelayanan publik yang sopan, disiplin, dan berempati.
“Melalui Bimtek ini, kami berharap ASN dapat memahami prinsip-prinsip dasar protokol sekaligus menumbuhkan karakter aparatur yang berintegritas, komunikatif, dan melayani dengan hati,” ujar Daud.
Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Sandra Erawanto, S.STP., M.Pub.Pol., Widyaiswara dan pakar keprotokolan serta etika pergaulan internasional; Christina T. Weking, M.Hum. dari Balai Bahasa Provinsi NTT; dan Dwi Indriani, S.Tr.IP., Penata Keprotokolan dari Kementerian Dalam Negeri.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh peserta dapat menjadi contoh dalam penerapan etika pelayanan publik dan mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip keprotokolan secara profesional di setiap kegiatan pemerintahan. ***
