Kupang,nwartapedia.com — Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdaya saing global.
Kampus yang berada di jantung Kota Kupang ini menjadi tuan rumah dalam kunjungan Kementerian Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kampus UCB pada Rabu (6/8/2025)
Hadir dalam kegiatan ini, Inspektur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dr. Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak serta Direktur ABRI, Danu Prababa, S.E., M.P.A.
Mereka disambut secara resmi oleh Rektor UCB Kupang, jajaran dosen, mahasiswa, serta mitra strategis universitas.
Namun momen paling menyentuh dalam acara ini adalah ketika Rektor UCB secara khusus menghadirkan sosok Nirmala Bonat, seorang mantan TKW asal NTT yang pernah mengalami kekerasan berat saat bekerja di Malaysia.
“Kehadiran Nirmala hari ini bukan sekadar testimoni, melainkan simbol nyata dari perjuangan, harapan, dan perubahan nasib para pekerja migran kita yang kerap terpinggirkan. Ia adalah suara dari ribuan TKW yang berjuang di luar negeri, dan kini bangkit menjadi pribadi yang luar biasa,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Nirmala Bonat, yang dulunya bekerja sebagai tenaga kerja informal di Malaysia, mengalami penderitaan berat di tangan majikannya.
Namun berkat dukungan dari banyak pihak, termasuk Anggota DPR RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto, ia diselamatkan dan difasilitasi pulang ke NTT.
Dengan suara penuh haru, Nirmala menyampaikan kesaksiannya di hadapan jajaran BP2MI dan ratusan peserta kegiatan.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Abraham Paul Liyanto yang tidak hanya menyelamatkan saya dari penderitaan, tapi terus membiayai hidup saya sejak dari Malaysia hingga sekarang dan bisa berdiri di sini hari ini,” tutur Nirmala yang disambut tepuk tangan haru seluruh hadirin.
Dalam forum ini, Rektor UCB juga memaparkan perkembangan UCB sejak masa embrio tahun 2005—2007, yang kemudian menjadi lembaga pendidikan formal pada 2008, berkembang pesat pada 2013, dan pada 2019 resmi menjadi universitas.
UCB kini sedang gencar memperkuat konektivitas internasional. Beberapa program strategis yang tengah berjalan antara lain Kelas Bahasa Jepang (46 mahasiswa aktif), Kelas Bahasa Mandarin (lebih dari 100 mahasiswa), Kolaborasi dengan institusi di Timor Leste (saat ini sudah ada 63 mahasiswa), Permintaan kerja sama dari Inggris untuk pengiriman ribuan tenaga profesional terlatih, Dan rencana peluncuran Fakultas Kedokteran pada Oktober 2025 sebagai upaya memenuhi kebutuhan dokter di wilayah NTT.
“Kami ingin anak-anak muda NTT memiliki kompetensi global, tidak hanya siap kerja, tetapi siap memimpin. Melalui kerja sama dengan BP2MI, kami percaya mereka bisa diberangkatkan bukan sebagai korban, tapi sebagai profesional yang dihargai,” ujar Rektor menutup sambutannya.
Kegiatan ditutup dengan Kuliah umum oleh Dirhen Promosi dan Pemanfaatan Kerja Luar Negeri PB2MI dengan tema Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Peresmian Migran Centre di Kupang, dialog interaktif, serta penegasan dari BP2MI bahwa mereka akan terus menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan seperti UCB untuk memastikan bahwa pekerja migran asal Indonesia tidak hanya terlindungi, tetapi juga sukses secara ekonomi dan sosial di negeri orang. (MI)
