Kupang, nwartapedia.com – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Aula Stasi Santo Agustinus Bello, Rabu (6/8/2025), saat puluhan anak usia dini dari 16 Kelompok Umat Basis (KUB) berkumpul mengikuti lomba mewarnai sketsa wajah Santo Agustinus.
Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian acara dalam menyongsong pesta pelindung Stasi yang akan diperingati pada 28 Agustus mendatang.
Sejak pagi, anak-anak hadir dengan membawa perlengkapan mewarnai dan meja kecil masing-masing. Mereka tampak antusias dan tak sabar untuk segera mulai.
Setelah acara dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Romo Longginus Bone, para peserta diarahkan untuk mengambil tempat dan memulai lomba.
Dengan aba-aba sederhana dari panitia, suasana aula pun berubah menjadi ladang kreativitas.
Jemari kecil sibuk memberi warna pada kertas bergambar wajah sang santo pelindung, sementara senyum polos dan sorot mata penuh semangat menghiasi wajah-wajah mungil mereka.
Romo Longginus Bone yang turut memantau jalannya lomba, sesekali menghampiri dan menyapa peserta. Ia tampak bahagia melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh anak-anak.
“Semangat seperti inilah yang perlu kita tanamkan sejak dini. Mewarnai bukan hanya soal keterampilan tangan, tetapi juga cara menghidupi nilai-nilai iman melalui ekspresi kreatif anak-anak,” ungkap Romo Dus Bone usai meninjau kegiatan.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa lomba mewarnai ini dirancang sebagai media pengenalan figur Santo Agustinus kepada anak-anak dalam bentuk yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini juga menjadi bentuk pendidikan iman yang kontekstual dan menyentuh.
Pesta pelindung Stasi Santo Agustinus Bello setiap tahunnya memang selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang menggugah semangat kebersamaan umat.
Tahun ini, rangkaian acara dimulai dari anak-anak, sebagai generasi penerus gereja, untuk terus menumbuhkan semangat religius dan kekeluargaan dalam lingkungan stasi.
Dengan dimulainya rangkaian kegiatan ini, semangat menuju perayaan 28 Agustus tampak sudah menyala sejak dini dimulai dari coretan warna penuh makna dari tangan-tangan kecil umat Stasi Bello. (goe)
