Kupang,nwartapedia.com — Panitia pembangunan lapangan olahraga criket bertaraf internasional bersama jajaran pengurus Criket NTT menggelar rapat internal pada Senin malam (7/7) untuk mematangkan persiapan pembangunan.
Rapat yang berlangsung di Kupang itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum Criket NTT, Ince Sayuna, dan dimoderatori oleh Sekretaris Umum, Ambo, dengan dihadiri pula para pelatih dan atlet yang terlibat dalam kepanitiaan.
Dalam arahannya, Ince Sayuna menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kali penundaan agenda peletakan batu pertama pembangunan lapangan.
Penundaan itu, jelasnya, terjadi karena kondisi kesehatan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang semula dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Penundaan ini bukan tanpa alasan, tetapi karena kondisi kesehatan Bapak Menteri sehingga jadwal beliau perlu disesuaikan kembali. Kami juga telah berkoordinasi dengan Rektor UKAW Kupang terkait hal ini,” ujar Ince.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, atlet, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras serta memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan lapangan tersebut.
Ince menegaskan bahwa pendanaan proyek ini bersumber dari kas Criket NTT, dana APBD Provinsi NTT, serta dukungan sponsor dan pihak ketiga.
“Terima kasih saya sampaikan kepada panitia pembangunan yang diketuai Pak Edu Penuweo, yang selama ini telah mempersiapkan dengan baik kehadiran Bapak Menteri dan seluruh teknis pelaksanaan pembangunan,” tambahnya.
Ketua Panitia Pembangunan, Edu Penuweo, dalam laporannya menyebutkan bahwa persiapan teknis sudah mulai dilakukan, antara lain penentuan titik lokasi utama dan skema penyambutan tamu.
Namun saat ini panitia masih menunggu kedatangan alat berat untuk membersihkan area utama yang akan digunakan saat seremoni peletakan batu pertama.
Menanggapi laporan tersebut, Ince Sayuna memastikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR NTT untuk menyediakan alat berat yang diperlukan. Pihak PUPR juga telah menyatakan siap mendukung, termasuk membiayai operasional alat berat di lokasi.
“Saya minta pembersihan lokasi bisa dimulai Rabu (9/7), dengan mengundang Rektor UKAW Kupang, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan KONI baik dari Kabupaten Kupang maupun Provinsi NTT. Kegiatan akan diawali dengan ritual doa sebelum pengerjaan lapangan dimulai,” tegasnya.
Pembangunan lapangan criket ini merupakan salah satu langkah strategis Pemprov NTT untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah cabang olahraga criket pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
Adapun lokasi pembangunan berada di lahan milik Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, tepatnya di kawasan Tanah Merah, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.
Rencananya, Menteri Pemuda dan Olahraga RI akan hadir secara langsung untuk meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.(goe)

