Kupang, nwartapedia.com — Aksi sosial “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Kupang.
Gerakan yang digelar pada 23 Mei 2025 ini menjadi momentum penting dalam menggalakkan budaya bersih dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Ketua Aksi Kupang Bersinar, Valentino Bambang Soetjoto, dalam konferensi pers di Kita Kupang, Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini melebihi ekspektasi.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami melihat sendiri bagaimana warga dari berbagai kalangan turun tangan langsung pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga komunitas-komunitas lokal ikut berkontribusi,” ungkap Valentino.
Menurutnya, hasil dari aksi tersebut sudah mulai tampak. Jalanan lebih bersih, volume sampah berkurang, dan yang terpenting adalah munculnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.
Valentino juga menyoroti kolaborasi solid antara Komunitas Beta Bersih dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang turut menyukseskan gerakan ini.
“ Banyak bantuan armada pengangkut sampah dari Komunitas Beta Bersih yang berjumlah 27 unit dump truck dan sebagiannya dari Pemkot, jadi total keseluruhan armada sampah 57 unit armada armada kebersihan dikerahkan, Ini bentuk gotong royong nyata,” ujarnya
Gerakan Kupang Bersinar tidak hanya menargetkan kebersihan fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
“Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kalau belum ada tempat sampah, simpan dulu. Sederhana, tapi berdampak besar,” tambah Valentino.
Anggota Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menyampaikan bahwa gerakan ini terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kota.
“Siapa pun boleh bergabung. Ini gerakan bersama untuk kota yang kita cintai. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling peduli,” tegas Irsan.
Sebagai lanjutan dari aksi tersebut, pihaknya tengah mempersiapkan lomba kebersihan antar-kelurahan se-Kota Kupang.
“SK kepanitiaan sedang diproses. Haduah yang disiapkan dari Komunitas Beta Bersih mencapai Rp100 juta belum termasuk hadiah dari Pemkot. Ini merupakan apresiasi sekaligus penyemangat,” jelas Irsan.
Kupang Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan insidental, tetapi tumbuh menjadi budaya kolektif.
“Kami ingin ini menjadi gaya hidup baru masyarakat Kupang — di mana bersih itu tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas,” tutup Valentino. (MI)


