
Jakarta,nwartapedia.com – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, bersama para Bupati/Wali Kota se-NTT, melaksanakan pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, guna memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam pembangunan di NTT.
Pertemuan pertama berlangsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membahas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp9 triliun untuk membangun 696 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTT, guna meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendorong perekonomian lokal.
“Saat ini di NTT baru terdapat 17 SPPG. Dengan adanya tambahan 696 SPPG, layanan pemenuhan gizi akan mencakup 1,5 juta siswa, dengan setiap unit rata-rata melayani 3.000 anak. Dari total anggaran, 85% akan digunakan untuk pengadaan bahan baku, sedangkan 15% lainnya dialokasikan untuk pembiayaan jasa, termasuk tenaga pemasak dan pekerja lainnya,” jelas Dadan Hindayana.
Kebijakan ini disambut positif oleh Gubernur dan Para Kepala Daerah se-NTT, mengingat dampaknya yang besar bagi kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah.
“Kami menyambut baik program ini karena memberikan dampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian daerah. Dana Rp9 triliun ini jumlahnya dua kali lipat dari APBD NTT. Ini kesempatan besar bagi kami untuk menggerakkan ekonomi rakyat guna mendukung Program MBG,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Setelah pertemuan dengan Badan Gizi Nasional, Gubernur Melki Laka Lena beserta rombongan melanjutkan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, beserta jajarannya di Kemendikdasmen RI.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah NTT dan Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTT, terutama dalam memastikan pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berkualitas.
“Kami melakukan pertemuan bersama Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai momentum penting dalam menyusun langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan di NTT. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di NTT dapat tercapai melalui sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Kemendikdasmen,” ungkap Gubernur Melki.
Kedua pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat dalam membangun sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat, yang merupakan pilar utama pembangunan manusia.
Dengan adanya investasi besar dalam gizi anak-anak dan peningkatan kualitas pendidikan, diharapkan generasi muda NTT dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah serta bangsa. ***
