
Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang efisien dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam sambutannya pada acara resmi di Balai Kota Kupang, ia menyampaikan bahwa efisiensi menjadi salah satu arahan utama Presiden Prabowo Subianto yang akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.
“Efisiensi yang diinginkan Presiden Prabowo harus kita jalankan. Anggaran akan digunakan secara bijak, dan perjalanan dinas hanya dilakukan untuk keperluan yang benar-benar penting serta berdampak langsung pada pelayanan masyarakat,” ujar dr. Christian Widodo.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Kupang akan memangkas anggaran perjalanan dinas yang tidak esensial. Dr. Christian menekankan bahwa pendekatan efisiensi ini sudah diterapkan di berbagai kementerian, dan kini menjadi kewajiban di tingkat daerah.
Lebih lanjut, dr. Christian mengajak seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk bekerja dalam satu tarikan napas dan frekuensi. Ia ingin memastikan bahwa semua elemen pemerintahan bergerak seirama demi pelayanan yang lebih baik.
“Kami ingin semua seirama. Kami akan memulai dari hal sederhana, seperti kebersihan di kantor pemerintahan. Kantor Wali Kota dan OPD harus menjadi contoh, harus bersih. Lead by example,” tegasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, akan memprioritaskan penanganan sampah di Kota Kupang. Mereka berkomitmen menjadikan kebersihan sebagai budaya yang diterapkan secara konsisten.
Dalam gaya kepemimpinannya, dr. Christian menekankan prinsip suaviter in modo, fortiter in re – lembut dalam pendekatan, tetapi tegas dalam tujuan.
“Saya akan tetap tersenyum dan lembut dalam menyampaikan sesuatu, tetapi tegas dalam mengambil keputusan. Pemerintah tidak lagi memerintah, tetapi melayani. To govern is to serve. Saya ingin moto ini terpampang di kantor-kantor pelayanan publik sebagai pengingat bahwa masyarakat adalah prioritas kita,” katanya.
Dr. Christian juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk responsif terhadap kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan cepat dan tepat, serta memastikan semua kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Dalam visinya, dr. Christian ingin menjadikan Kota Kupang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya dan Bandung. Ia menekankan bahwa kebersihan kota dan pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas.
“Kita ingin Kota Kupang tidak kalah dalam hal sumber daya manusia dan kebersihan. Kebijakan yang kami terapkan akan mendorong masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Semua harus berpartisipasi,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari komitmennya, mulai Jumat (21/2), dr. Christian akan mengikuti retreat di Magelang bersama para kepala daerah selama delapan hari. Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena akan tetap menjalankan roda pemerintahan di Kupang sebelum bergabung pada 27 Februari 2025, dengan tetap berkoordinasi dengan Sekda Kota
Mengakhiri sambutannya, dr. Christian mengutip filosofi kepemimpinan yang menginspirasi: “Kapal paling cantik adalah yang berada di dermaga, tetapi ingat, kapal dibuat bukan untuk diam di dermaga, melainkan untuk menghajar gelombang di lautan. Begitu pula dengan kita. Percuma tampak baik di luar, tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Acara tersebut dihadiri oleh istri Wali Kota, dr. Widya Cahya, keluarga besar dari dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis, termasuk Bapak Fary Djemi Francis dan Ibu Yoca Francis Johanes. Hadir pula Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., jajaran kepala perangkat daerah Pemkot Kupang, serta perwakilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk David Daud, Muhammad Ramli, dan Junaidin, bersama para anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.
Dengan semangat baru ini, dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis bertekad membawa Kota Kupang ke arah yang lebih baik, dengan pemerintahan yang bersih, efisien, dan mengutamakan pelayanan masyarakat. **
