
Kupang,nwartapedia.com – Anggota DPRD Kota Kupang, Muhammad Ramli melakukan reses di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Kamis (08/11/2024).
Reses masa persidangan 1 Tahun sidang 2024-2025 ini menjadi sangat berarti bagi anggota Komisi lV yang membidangi Ketenagakerjaan, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kepemudaan dan Olahraga, Agama, Kebudayaan, Sosial, Kesehatan, Keluarga Berencana, Peranan Wanita dan Transmigrasi.
Di Kelurahan TDM tersebut politis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini bertatap muka dengan masyarakat.
“Saya melaksanakan kegiatan reses tahap pertama tahun 2024,”ungkapnya.
Dalam momentum reses tersebut, Muhammad Ramli menekankan tentang pentingnya pendidikan bagi kemajuan masyarakat di Kelurahan TDM.
“Masih banyak anak-anak kita yang belum mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi,”ucapnya.
Ahmmad Ramli juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas Sumber Daya manusia untuk menopang wilayah tersebut.
Menurutnya, tantangan pendidikan anak dalam era digital sangat berdampak dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Saya minta para orang tua untuk membatasi anak menggunakan handpone. Sebaiknya kasih anak permainan yang merangsang kreativitas,”ujarnya.

Tantangan lainnya, lanjut Muhammad Ramli adalah merebaknya kriminalitas yang akhir-akhir ini semakin meningkat di Kota Kupang seperti tawuran pelajar.
“Sehingga kita sebagai orang tua harus membekali anak-anak kita dengan pendidikan sejak diri dari rumah dan lingkungan untuk mencegah terjadinya yang tidak diinginkan oleh masyarakat,”ajaknya.
Ia menambahkan, dalam dunia pendidikan, keterampilan dan mental karakter anak-anak bisa dibangun mulai dari lingkungan rumah tangga, masyarakat dan juga lingkungan sekolah.
“Jadi kalau ingin anak-anaknya sukses di lingkungan rumah tangga juga harus diberikan contoh yang baik dan diperlukan diskusi didalam keluarga,” tuturnya.
Muhammad Ramli menegaskan, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, pemerintah dan sekolah.
“Pendidikan itu sangat penting untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam rangka mengubah nasib suatu bangsa,”pungkasnya. (MI)

