Kupang, nwartapedia.com —
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang menggelar acara lepas pisah bagi dua pejabat yang resmi mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (14/1/2026).
Keduanya yakni Drs. Ambo, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta Siti Ratna Maro, mantan Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi.
Acara berlangsung penuh kehangatan dan haru sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas keduanya selama bertahun-tahun mengabdi di lingkungan Disdikbud Kota Kupang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, dalam sambutannya menyebut Drs. Ambo sebagai sosok abang sekaligus guru yang banyak memberi teladan dalam dinamika organisasi.
Menurutnya, masa purna tugas merupakan bagian dari perjalanan karier ASN yang tidak terelakkan.
“Hari ini kita memang kehilangan dua orang karena pensiun. Itu sudah menjadi kebiasaan dalam birokrasi. Namun yang terpenting adalah teladan, dedikasi, dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh Pak Ambo dan Ibu Ratna,” kata Ernest.
Ia menegaskan bahwa meskipun secara tugas terjadi perpisahan, nilai persaudaraan dan kekerabatan yang telah terbangun selama ini harus tetap terjaga.
“Secara tugas kita boleh berpisah, tetapi hubungan persaudaraan yang telah terjalin jangan pernah putus,” pungkasnya.
Sementara itu, Drs. Ambo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas.
Ia mengaku tidak pernah menghadapi kendala berarti karena kuatnya dukungan dari para senior, rekan sejawat, serta seluruh jajaran pegawai.
“Selama saya melaksanakan tugas di dinas ini, saya merasa tidak berjalan sendiri. Selalu ada diskusi, solusi, saling memberi masukan, serta komunikasi yang baik. Itulah yang paling berkesan bagi saya,” ungkapnya.
Ia juga menitipkan pesan agar semangat kebersamaan dan solidaritas tetap dijaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.
“Teruslah solid dalam menjalankan tugas pelayanan, jangan kasih kendor. Dan dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf apabila selama kebersamaan ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Siti Ratna Maro yang kini menyandang gelar Hajah usai menunaikan ibadah haji pada akhir 2025, menyampaikan refleksi pengabdiannya dengan penuh makna.
Ia menegaskan bahwa setiap tanggung jawab yang diemban selalu dijalankan dengan sepenuh hati karena kepercayaan merupakan amanah sekaligus ibadah.
“Setiap tugas yang diberikan selalu saya lakukan sebaik-baiknya. Kepercayaan itu adalah ibadah. Karena itu, teman-teman yang masih muda, bekerjalah sesuai kemampuan dan tanggung jawab, sebab pemerintah telah memberikan upah yang setimpal,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa masa depan anak bangsa sangat bergantung pada kerja keras dan dedikasi lembaga pendidikan.
Di akhir sambutan, Siti Ratna Maro menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan serta berharap tali silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga.
“Semoga silaturahmi yang telah terjalin membuat kita semua tetap kuat dan bersatu dalam pelayanan,” ujarnya.
Acara lepas pisah tersebut menjadi momen refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Disdikbud Kota Kupang untuk terus melanjutkan pelayanan pendidikan dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. (Goe)
