Oleh: Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., MM
Kupang,nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, bersama Gubernur Melkiades Laka Lena, menempatkan pembangunan olahraga sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan manusia di NTT.
Kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis, demografis, sosial, serta tantangan empirik yang dihadapi masyarakat NTT.
Secara geografis, Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada posisi 8–12 Lintang Selatan dan 112–127 Bujur Timur, dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa yang tersebar di 1.192 pulau, dan 45 di antaranya berpenghuni.
Kondisi topografi yang berbukit, berpegunungan, padang ilalang yang luas, hutan, sawah, sungai, hingga wilayah laut yang terbentang luas, serta karakter tanah yang kering dan berbatuan, membentuk masyarakat NTT yang dikenal sabar, tabah, tangguh, pantang menyerah, dan pekerja keras.
Selain itu, masyarakat NTT hidup dalam keberagaman yang inklusif dengan tingkat toleransi yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang kuat dalam pembangunan daerah, termasuk pembangunan olahraga.
Namun demikian, keterbatasan aksesibilitas transportasi darat, laut, dan udara, minimnya sarana dan prasarana olahraga, rendahnya budaya gerak masyarakat, tingkat kebugaran jasmani yang masih rendah, serta keterbatasan sumber daya manusia keolahragaan, menjadi tantangan besar yang harus diatasi.
Visi dan Misi Pembangunan Olahraga
Dalam kepemimpinan Melkiades Laka Lena dan Jhoni Asadoma, visi pembangunan NTT dirumuskan sebagai “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Visi tersebut dijabarkan ke dalam berbagai misi pembangunan, termasuk penguatan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.
Jika visi dan misi ini dijalankan secara profesional dan berkualitas, maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah terwujudnya masyarakat NTT yang sejahtera dan berkelanjutan, dengan indikator fisik yang bugar, mentalitas yang baik, kebutuhan hidup yang terpenuhi, serta relasi sosial yang humanis dan harmonis.
Dalam konteks olahraga, tujuan tersebut diarahkan pada terbangunnya sistem pembinaan dan strategi pengembangan olahraga yang terintegrasi, serta meningkatnya prestasi olahraga di tingkat regional, nasional, hingga internasional, yang diukur melalui perolehan medali emas, perak, dan perunggu.
Kebijakan Strategis Olahraga Daerah
Pada tahun pertama kepemimpinan Melkiades–Johni, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan kebijakan fundamental di bidang pembangunan olahraga melalui penerbitan Peraturan Gubernur tentang Desain Olahraga Daerah (DOD) dan Naskah Desain Olahraga Daerah.
Kebijakan ini merupakan penjabaran dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang berlandaskan pada:
Peraturan Presiden Nomor 86 tentang DBON
– Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Sistem Keolahragaan Nasional
– Permenpora Nomor 15 Tahun 2023 tentang Desain Olahraga Daerah
– DOD menjadi rujukan utama dalam pola pembinaan dan pengembangan olahraga di NTT.
Program Kerja Prioritas
Dalam implementasinya, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program kerja strategis, antara lain:
1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam olahraga pendidikan, selaras dengan kurikulum, dengan menekankan korelasi antara prestasi belajar dan kebugaran jasmani.
2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga masyarakat, menjadikan olahraga sebagai budaya gerak dan gaya hidup. Sebagai langkah konkret, Pemprov NTT mencanangkan senam bersama ASN setiap bulan pada Jumat pertama, pukul 06.00–08.00 WITA.
3. Mengembangkan pembinaan olahraga prestasi melalui pembentukan sentra-sentra pembinaan atlet.
4. Mengembangkan industri olahraga dan ekonomi kreatif, sebagai penopang ekonomi keluarga dan masyarakat menuju prestasi olahraga yang lebih tinggi.
Seluruh program olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, olahraga prestasi, dan industri olahraga diwajibkan terdokumentasi secara sistematis sebagai bank data olahraga daerah.
Prestasi Atlet NTT
Sepanjang tahun 2025, atlet-atlet NTT menunjukkan peningkatan prestasi dalam berbagai event nasional dan regional.
Data capaian tersebut menjadi bukti awal efektivitas kebijakan dan strategi pengembangan olahraga yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah.
Menuju NTT Bugar dan Berprestasi
Dengan memperhatikan kondisi empirik geografis, topografi, dan sosial masyarakat NTT, serta ditopang oleh visi, misi, kebijakan, program kerja, dan data faktual,
pembangunan olahraga di NTT diharapkan menjadi kekuatan kolaboratif dalam mewujudkan NTT yang bugar, unggul, dan berkarakter.
Upaya ini sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045, dengan olahraga sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia.
Penulis: Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., MM sebagai Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT. ***
