Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kecamatan Kota Raja bersama Pemerintah Kelurahan Bakunase terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal ini ditandai dengan kehadiran Camat Kota Raja, Victor Reyneer Therik, bersama Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, dalam panen perdana ikan lele yang dilakukan oleh Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bertumbuh Bersama, Kamis (11/12), di kolam milik Mas Kasmadi yang berlokasi di RT 12 RW 04 Kelurahan Bakunase, Kota Kupang.
Budidaya ikan air tawar kini semakin berkembang sebagai usaha rumahan yang menjanjikan bagi warga Kelurahan Bakunase. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi adalah Mas Kasmadi (54), warga asal Lamongan, Jawa Timur.
Ia memulai usaha budidaya ikan lele dari kolam terpal sambil berjualan ayam potong beku.
Berkat ketekunan dan disiplin menabung, usahanya berkembang hingga kini memiliki 21 kolam bioflok berdiameter 3 meter dengan total kapasitas sekitar 21.000 ekor ikan lele. Meski sering menghadapi tantangan tingginya mortalitas bibit dari Pulau Jawa akibat perbedaan suhu dan kualitas air, Mas Kasmadi tidak menyerah dan mulai belajar melakukan pembenihan secara mandiri.
“Permintaan lele di pasar Kota Kupang sangat tinggi, sementara ketersediaan stok masih kurang. Saya sering kewalahan memenuhi permintaan,” ujar Mas Kasmadi, yang merencanakan pengembangan hingga 30 kolam bioflok.
Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bertumbuh Bersama yang dipimpin oleh Bapak Ebenhazer Happy Un, sekaligus Ketua RT 12, beranggotakan 10 orang termasuk Mas Kasmadi. Ebenhazer menegaskan bahwa kelompok ini dibentuk sebagai wadah untuk membangun semangat bersama dalam menjadikan budidaya ikan air tawar sebagai ikon Kelurahan Bakunase.
Dalam kesempatan itu, Camat Kota Raja, Victor Reyneer Therik, menyampaikan apresiasi serta komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mendukung pengembangan usaha masyarakat.
“Kami akan membangun komunikasi dengan Dinas Perikanan Kota Kupang agar kelompok ini dapat memperoleh bantuan berupa bibit dan pakan, sehingga ke depan usaha ini bisa semakin berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Bakunase, WWilhelmus L. Diken, menegaskan dukungan penuh terhadap setiap inisiatif usaha masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun golongan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan warga sekitar serta memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Setiap usaha tentu memiliki tantangan, terutama terkait dampak sosial dan lingkungan. Kami berharap pembudidaya terus menjalin relasi yang baik dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Panen perdana ini dilakukan langsung oleh Camat Kota Raja, didampingi Lurah Bakunase, Ketua RW 04, Ketua Kelompok Bertumbuh Bersama yang juga Ketua RT 12, serta para anggota kelompok.
Panen ini menjadi simbol semangat baru pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus momentum mendorong masyarakat Bakunase memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah untuk budidaya ikan air tawar. (MI)
