Kupang, nwartapedia.com —
Pembuatan pohon Natal raksasa di Kelurahan Bakunase akhirnya terwujud setelah empat tahun direncanakan.
Hal tersebut disampaikan Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, S.Ip, kepada media ini pada Selasa (2/12/2025).
Lurah Wilhelmus menjelaskan bahwa ide pembangunan pohon Natal tersebut pertama kali dicetuskan oleh tiga tokoh masyarakat yakni Bapak Robert Adoe, Bapak Happy Un, dan Bapak Buce Lanu sekitar empat tahun lalu.
Meski awalnya tertunda, semangat untuk mewujudkan ide tersebut kembali menguat pada penyelenggaraan Event Budaya Kelurahan Bakunase pada Oktober 2025 yang mengusung tema “BE BAJA artinya Bakunase Event Bangkit untuk Jaya.”
Menjadi yang Tertinggi di Kota Kupang, Bahkan di NTT
Pohon Natal megah setinggi 30 meter itu kini berdiri di Lapangan Mini Bakunase dan digadang-gadang sebagai yang tertinggi di Kota Kupang, bahkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Struktur pohon memanfaatkan pohon taduk sebagai pusatnya, diperkuat dengan 36 jari-jari lampu LED, total panjang instalasi mencapai 830 meter, tiang tengah dari dua batang pipa besi yang diklem pada batang pohon taduk dan sistem pengaturan lampu hidup mati hasil rakitan teknisi lokal, Bapak Harry Hau.
Pemasangan pohon Natal ini mulai dikerjakan pada minggu ketiga Oktober 2025 dan selesai berkat kerja sama serta semangat gotong royong warga.
Adapun biaya pembangunan mencapai sekitar Rp15 juta, yang seluruhnya berasal dari dana swadaya masyarakat.
Simbol Sukacita Natal 2025 dan Kebangkitan Bakunase
Menurut Lurah Wilhelmus, kehadiran pohon Natal raksasa ini bukan hanya untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat warga Kelurahan Bakunase.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Robert Adoe, Bapak Happy Un, dan Bapak Buce Lanu, tokoh-tokoh yang menginisiasi ide ini. Juga kepada pengurus LKK, para pendeta dan jemaat Gereja Rehobot Bakunase, serta seluruh warga yang telah mengambil bagian dalam pembangunan pohon Natal tertinggi ini,” ungkapnya.
Lurah Wilhelmus menegaskan bahwa pembangunan pohon Natal raksasa tahun 2025 di Kelurahan Bakunase bukan hanya menjadi simbol sukacita menyambut Natal dan Tahun Baru, tetapi juga wujud dukungan nyata masyarakat terhadap program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.
“Semangat gotong royong warga dalam merealisasikan pohon Natal setinggi 30 meter tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung arah pembangunan kota serta memperkuat identitas budaya dan kebersamaan di tingkat kelurahan,”tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui proyek ini dapat terus mengalir dalam kehidupan masyarakat Bakunase.
“Semoga Damai Natal 2025 dan semangat Tahun Baru 2026 menjadikan Bakunase semakin bangkit menuju kejayaan, mewujudkan Kampung Membangun, Kota Menata,” tutup Lurah Wilhelmus. (MI)
