Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, Dokter Christian Widodo, dijadwalkan hadir sekaligus membuka secara resmi Pentas Budaya yang digelar Karang Taruna Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang pada Minggu sore, 9 November 2025, bertempat di Lapangan Bola Nunhala, RT 006 RW 003, Kelurahan Bello.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya memperkuat pelestarian nilai budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mengembangkan kreativitas generasi muda di tingkat kelurahan.
Pentas Budaya tersebut merupakan kerja sama Karang Taruna Bello bersama Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Pemerintah Kelurahan Bello.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap program pembangunan berbasis pemberdayaan komunitas, sebagaimana menjadi arah kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Karang Taruna Bello, Yopi Kefi, mengatakan tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk tampil dan menunjukkan kebanggaan terhadap budaya kita sendiri. Pentas budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi gerakan bersama untuk memperkuat jati diri dan menjaga warisan budaya yang mulai banyak ditinggalkan,” ujar Yopi Kefi.
Pentas Budaya akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan tradisi masyarakat setempat, seperti tarian Lufut, Padoa, musik daerah, atraksi budaya, serta permainan tradisional.
Seluruh kelompok seni, pemuda, hingga perwakilan warga dari tiap RT/RW se-Kelurahan Bello akan terlibat dalam pertunjukan tersebut. Dinas Pariwisata Kota Kupang turut hadir memberi pendampingan teknis dalam perencanaan program.
Yopi berharap kegiatan ini kelak dapat menjadi agenda rutin Kelurahan Bello dan berkembang sebagai daya tarik budaya yang mampu meningkatkan citra pariwisata lokal.
Sekretaris Kelurahan Bello, Denny Paty,M.M, yang mewakili Lurah Bello, memberikan apresiasi bagi panitia dan seluruh pihak yang turut terlibat. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya penting sebagai identitas, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dalam membentuk karakter masyarakat.
“Budaya lokal adalah jati diri kita. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk kembali mencintai tradisi yang selama ini mulai terpinggirkan karena perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup. Pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan komunitas,” katanya.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung mulai sore hingga malam hari (goe)
