Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan dan perubahan iklim yang dinamis.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2024 berjalan dengan tepat sasaran dan transparan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus Da Costa, menjelaskan bahwa pada tahun 2024, Kota Kupang menerima kuota pupuk bersubsidi sebanyak 400 ton pupuk Urea dan 400 ton pupuk NPK dari Kementerian Pertanian RI.
“Kuota ini diberikan untuk mendukung kebutuhan pupuk bagi petani Kota Kupang sesuai data rencana kegiatan kelompok tani yang telah masuk melalui aplikasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” ujar Matheus kepada media ini, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, mekanisme pengusulan dan penyaluran pupuk telah dilakukan secara digital dan terintegrasi. Petani hanya perlu mendaftarkan diri melalui kelompok tani dan membawa KTP ke kios resmi penyalur yang telah ditunjuk pemerintah.
Tiga kios resmi tersebut yaitu Kios Ebeneser di Kecamatan Alak, Kios Mitra Tani di Kelurahan Oebobo, serta Kios Usaha Baru di wilayah Maulafa. Harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku untuk pupuk bersubsidi yaitu Rp112.500 per karung (50 kg) untuk Urea dan Rp115.000 per karung (50 kg) untuk NPK.
“Dengan sistem digital dan kios resmi ini, kami pastikan distribusi pupuk berjalan tertib dan kecil kemungkinan terjadi kekeliruan atau penyalahgunaan,” tambahnya.
Pertanian Kota Kupang Terus Bertumbuh Meski Lahan Terbatas
Meski luas lahan pertanian di Kota Kupang tergolong kecil, yakni sekitar 4.160 hektare, sektor ini tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Lahan pertanian terbagi atas sawah irigasi seluas 242 hektare, sawah tadah hujan 174 hektare, dan sisanya lahan non-sawah yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kecamatan Maulafa menjadi wilayah dengan lahan pertanian terbesar, disusul Kecamatan Alak, Oebobo, dan Kelapa Lima.
“Kami menyadari bahwa tantangan terbesar di Kupang adalah alih fungsi lahan. Karena itu, kami berupaya menjaga lahan produktif agar tetap dimanfaatkan untuk pertanian berkelanjutan,” jelas Matheus.
Fokus Pembenihan dan Inovasi Pertanian Perkotaan
Selain distribusi pupuk, Dinas Pertanian juga fokus pada program pembibitan dan inovasi pertanian perkotaan seperti pemanfaatan lahan pekarangan (P2L), hidroponik sederhana, dan vertikultur. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan ruang terbatas agar tetap produktif.
“Pembenihan menjadi fokus kami karena benih unggul adalah kunci hasil panen yang maksimal. Kami sudah menyiapkan anggaran untuk pembibitan lokal agar petani bisa memperoleh benih bermutu tanpa harus membeli dari luar,” tutur Matheus.
Dari hasil uji coba, 15–20 kilogram benih yang ditanam dapat menghasilkan hingga 6 ton benih unggul, yang sebagian juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak.
Petani Lokal Kupang Hasilkan Komoditas Unggulan
Berdasarkan data Dinas Pertanian, sejumlah komoditas menjadi produk unggulan Kota Kupang, di antaranya kangkung, cabai, tomat, bawang merah, semangka, dan melon.
Komoditas hortikultura tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah masuk ke jaringan supermarket besar di Kota Kupang.
“Walaupun lahan pertanian kita kecil, tapi petani Kupang terbukti kreatif dan produktif. Sektor ini tetap menjadi prioritas pemerintah karena berkontribusi besar pada ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah,” pungkas Matheus.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Dinas Pertanian Kota Kupang berharap dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga ketahanan pangan daerah, serta mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan di tengah kota yang berkembang pesat. (MI/ADV)
