Kupang, nwartapedia.com — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi pegawai, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Akuntansi Keuangan Entitas (SAK EP) untuk pegawai di bidang administrasi, keuangan, dan Sistem Pengendalian Internal (SPI), pada Selasa (21/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung di kantor operasional PDAM Kota Kupang dan secara resmi dibuka oleh Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa.
Dalam sambutannya, Isidorus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya bimtek dalam menyongsong transformasi sistem keuangan PDAM yang kini menyesuaikan diri dengan standar akuntansi keuangan terbaru.
“Kita patut bersyukur karena pagi ini kita dipertemukan dalam suasana penuh semangat dan sehat untuk mengikuti kegiatan yang sangat penting. Bimtek ini kami gelar sebagai bagian dari transformasi keuangan, khususnya dalam rangka menyesuaikan diri dari standar lama SAK ETAP ke SAK EP, yang telah mulai berlaku per 1 Januari 2025,” ujar Isidorus.
Ia menambahkan bahwa transformasi ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan bagian dari upaya perbaikan menyeluruh terhadap sistem pelaporan dan tata kelola administrasi keuangan PDAM.
Direktur Isidorus juga menyampaikan bahwa bimtek serupa akan dijadwalkan untuk unit teknis dan unit hubungan pelanggan, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan fungsi masing-masing unit.
“Harapan kami, bimtek ini bisa memberikan wawasan dan masukan konkret, sehingga para pegawai mampu mengimplementasikan sistem keuangan yang lebih transparan dan akurat. Dampak akhirnya adalah pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan kontribusi nyata terhadap tercapainya visi perusahaan,” tegas Isidorus.
Isidorus menutup sambutannya dengan komitmen bahwa PDAM Kota Kupang akan terus berbenah dan mengikuti regulasi terbaru, termasuk melakukan pembenahan internal dari aspek keuangan, administrasi, hingga pelayanan publik.
“Transformasi ini adalah awal yang baik untuk membangun sistem kerja yang lebih modern dan bertanggung jawab. Kami percaya, perubahan dimulai dari dalam, dari niat kita untuk menjadi lebih baik,”pungkasnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, PDAM menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT sebagai narasumber utama.
Dalam arahannya, narasumber dari BPKP, Purwita, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan pembenahan sistem pengendalian internal di lingkungan PDAM.
“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah bentuk komitmen manajemen dalam memperbaiki kinerja perusahaan secara menyeluruh, mulai dari laporan keuangan yang akurat, sistem pengawasan yang efisien, hingga budaya kerja yang sehat dan akuntabel,” ujar Purwita.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara tiga organ utama dalam perusahaan direksi, pengawas, dan pemilik modal yang menurutnya sering kali kurang optimal dalam pelaksanaan kebijakan dan regulasi.
Narasumber dari BPKP juga mengingatkan bahwa laporan keuangan bukan hanya soal angka, tapi juga mencerminkan tata kelola perusahaan yang sehat.
Ia menekankan bahwa kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan, meskipun tidak disengaja, tetap bisa berdampak hukum jika tidak sesuai dengan sistem pengendalian yang berlaku.
“Kita ingin membentuk budaya akuntabilitas. Laporan keuangan harus bisa menjadi ‘sahabat’ bukan ‘beban’. Ketika perusahaan sehat secara administrasi, maka kinerja pun akan meningkat, dan kesejahteraan pegawai pun ikut terdongkrak,” jelasnya.
Bimtek ini diikuti oleh 27 pegawai dari unit administrasi, keuangan, dan SPI, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Hari pertama diisi dengan sesi pembukaan dan pemaparan materi dari tim BPKP, sementara hari kedua akan difokuskan pada studi kasus dan simulasi implementasi. (MI)
