Kupang, nwartapedia.com — Sebanyak 12 anak muda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menorehkan prestasi gemilang. Mereka resmi dilepas menuju Nantong Collage of Science and Technology (NCST) di Provinsi Jiangsu, Tiongkok, melalui program beasiswa penuh yang difasilitasi oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT.
Acara pelepasan bertajuk “Malam Pelepasan dan Pembekalan Siswa/i Beasiswa Penuh Angkatan II Tahun 2025” berlangsung hangat dan penuh haru di Kedai Hopeng Oesapa, Kota Kupang, Senin (6/10/2025) malam.
Acara ini menandai keberangkatan angkatan kedua penerima beasiswa INTI NTT, setelah pada tahun 2024 lalu, tiga anak NTT lebih dahulu berangkat dan kini tengah menempuh studi di kampus yang sama di Tiongkok.
Perjalanan Menuju Negeri Tirai Bambu
Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo, menjelaskan bahwa para penerima beasiswa telah melalui proses seleksi ketat selama setahun penuh. Mereka diuji melalui wawancara daring berbahasa Inggris oleh pihak Komsultan Pendidikan di Jakarta dan langsung oleh perwakilan kampus NCST di Tiongkok.
“Dua belas anak ini adalah pahlawan pendidikan dari NTT. Mereka kuliah gratis, tinggal di asrama gratis, dan mendapat uang saku setiap bulan. Dan menjadi inspirasi bagi anak-anak NTT lainnya untuk belajar di RRC,” tegas Theo.
Dari 12 mahasiswa yang dilepas, 10 orang berangkat dari Kupang ke Jakarta pada Selasa (7/10/2025) untuk mengurus visa sebelum ke Tiongkok, sementara dua lainnya telah lebih dulu berangkat.
Theo menambahkan, para penerima beasiswa kali ini berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Belu.
Harapan agar NTT Terus Maju
Menurut Theo, program ini merupakan bagian dari upaya INTI NTT untuk membuka akses pendidikan tinggi ke luar negeri bagi anak-anak dari daerah.
“Tahun depan kami berharap lebih banyak lagi anak-anak dari berbagai kabupaten di NTT yang bisa berangkat. Karena itu, kami akan mendorong pembentukan DPC INTI di setiap kabupaten,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi Konsultan Pendidikan INTI di Jakarta, Yovandra, yang selama ini menjadi jembatan antara INTI NTT dan kampus mitra di Tiongkok.
“Terima kasih kepada Pak Jovandra dan semua orangtua yang mempercayakan anak-anaknya untuk berjuang menuntut ilmu di luar negeri,” ujarnya.
Theo berharap, pemerintah daerah juga dapat ikut berperan, terutama dalam membantu biaya perjalanan awal sebelum mahasiswa tiba di Tiongkok dan beasiswa resmi diberlakukan.
Pesan dan Doa dari Nusa Tenggara Timur
Wakil Bidang Pendidikan INTI NTT, Mariana Nenobais, menyampaikan rasa bangga kepada para penerima beasiswa yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.
“Kalian adalah generasi berani dan cerdas. Ini kesempatan emas untuk membuktikan bahwa anak NTT bisa bersaing di mana saja,” pesannya.
Perwakilan orangtua mahasiswa, Adrianus Laka, mengutip pepatah kuno, “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China.”
“Hari ini, pepatah itu jadi nyata. Anak-anak kami telah mewujudkan mimpi banyak orang untuk menuntut ilmu hingga ke negeri Tiongkok,” ujarnya penuh haru.
Romo Stef Mau Pr, Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, juga memberi semangat kepada para mahasiswa.
“Jangan takut. Kalian adalah anak-anak terbaik. Anak NTT bisa bersaing dengan siapa pun di dunia. Teruslah belajar dan berdoa,” katanya.
Bangga Jadi Duta Pendidikan NTT
Salah satu calon mahasiswa, Christian GC Alo asal Kabupaten Belu, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari angkatan kedua program ini.
“Saya bermimpi bisa kuliah di luar negeri, dan hari ini mimpi itu terwujud. Kami akan belajar sebaik mungkin untuk membanggakan NTT,” ungkapnya.
Sementara Konsultan Pendidikan INTI, Yovandra, menjelaskan bahwa selain 12 mahasiswa dari NTT, terdapat sekitar 40 mahasiswa lain dari berbagai provinsi di Indonesia yang akan berangkat bersamaan ke Tiongkok.
“Mereka akan berkumpul di Jakarta pada 7 Oktober dan berangkat ke Shanghai pada 14 Oktober mendatang,” katanya.
Yovandra menambahkan, pada semester kelima nanti, mahasiswa diberi kesempatan untuk memilih jalur kuliah penuh atau kuliah sambil berbisnis.
“Kalau mereka mau lanjut, bisa ambil S2 atau S3 di universitas Eropa. Semua tergantung semangat dan tekad mereka,” ujarnya.
Dari Timur untuk Dunia
Program beasiswa ini bukan sekadar peluang akademik, tetapi juga simbol perubahan dan kemajuan pendidikan di NTT.
Melalui dukungan INTI NTT, semakin banyak generasi muda daerah yang berani bermimpi besar dan siap menjadi “Duta Pendidikan dari Timur Indonesia Untuk Dunia”.
