Kupang,nwartapedia.com – Sebanyak 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ditugaskan mengikuti kegiatan Pilot Project Survei Pasca Pendidikan Ideologi Pancasila, Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini berlangsung di salah satu Aula Hotel Kupang, dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Survei ini bertujuan untuk menggali kembali pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan ASN, sebagai awal proyek Idiologi Nasionak.
Kehadiran ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam membumikan kembali nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi milenial yang kini semakin dipengaruhi nilai-nilai sosial modern yang berpotensi menjauhkan dari akar kebangsaan.
“Kita menyadari bahwa pemahaman ideologi Pancasila sulit terdesiminasikan di kalangan masyarakat, khususnya kaum muda. Generasi milenial cenderung mengadopsi nilai-nilai sosial baru berbasis modernitas yang sering kali menjauh dari literasi kebangsaan,” ujar Eben Bolla, Ketua Tim Utusan Dinas Pendidikan.
Menurut Eben, survei ini menjadi momentum untuk membangun kembali kesadaran ideologis di kalangan ASN, sekaligus memberi contoh konkret bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Sepuluh ASN yang mengikuti kegiatan ini antara lain Febrika Lerek, S.Pd, Eben Bolla, Gregorius Takene, SE, Jackson Ndun, S.Sos, Januarius A. Ola Angin, S.Pd, Yeffri Hitahirun, Tirza E. Djami, Enjelina S.W. Boeky, Liverthina Huma, S.Kom Delsi R. Kawurung, S.Pd.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh peserta.
“Saya berharap para ASN yang diutus benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi proyek internal untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” tegasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa revitalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan birokrasi merupakan kebutuhan mendesak, di tengah tantangan ideologi dan disrupsi nilai yang berkembang pesat saat ini.
(goe)

