Kupang,nwartapedia.com – Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Kota Kupang, Maria Roslin Lana, mengungkap kronologi kejadian luar biasa (KLB) yang menimpa ratusan siswanya pada Selasa, 22 Juli 2025, yang mengalami gejala mual dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ditemui di ruang kerjanya, Roslin mengatakan bahwa sejak 17 Februari 2025, sekolahnya menjadi sekolah percontohan untuk program MBG yang disalurkan melalui SPPG Kelapa Lima.
“Setiap hari kami menerima 1.050 porsi makanan, dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 Wita saat jam istirahat,” ujarnya, Senin, 22 Juli 2025.
Masalah bermula ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung seperti biasa sejak pukul 07.30 Wita. Namun, sejumlah siswa mulai bolak-balik ke kamar mandi.
“Ada yang sampai empat hingga lima kali. Guru akhirnya mengarahkan mereka ke UKS,” kata Roslin.
Awalnya hanya 18 siswa yang ditangani di Unit Kesehatan Sekolah. Mereka diberi air hangat dan minyak kayu putih. Namun hanya dalam waktu lima menit, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut melonjak drastis.
Situasi yang memburuk itu memaksa pihak sekolah menghubungi Dinas Pendidikan dan Puskesmas Oesapa. Tak lama, Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Kupang mengirimkan ambulans untuk mengevakuasi lebih dari 100 siswa ke tiga rumah sakit berbeda di Kota Kupang.
“Kami hanya menyalurkan makanan sesuai koordinasi dengan penyedia. Sekolah hanya bertugas menanggulangi dan berkoordinasi jika ada kendala,” ujar Roslin.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki sumber penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan disebut telah diambil untuk diuji lebih lanjut.
Siswa Dipulangkan Lebih Awal
Akibat kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan makanan tambahan gratis, pihak SMP Negeri 8 Kota Kupang memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal pada Selasa, 22 Juli 2025. Setelah Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah usai mengonsumsi makanan tambahan yang dibagikan dalam program sekolah sehari sebelumnya.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan terhadap sumber makanan dan penyebab pasti keracunan masih dilakukan oleh pihak berwenang. Sekolah untuk sementara diliburkan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.(goe)

