
Jakarta,nwartapedia.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, mengadakan pertemuan penting dengan Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, Gubernur NTT Terpilih, Apt. Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Forkopimda Provinsi NTT, serta Pj. Bupati/Walikota dan para Bupati/Walikota terpilih se-NTT.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) ini bertujuan untuk membahas strategi akselerasi pembangunan sektor pertanian di NTT sebagai penggerak utama penurunan tingkat kemiskinan.
Mentan Amran menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan dari TNI/Polri dalam mengoptimalkan potensi agraris NTT.
“NTT memiliki potensi pertanian yang sangat besar, dan saya melihat harapan besar dari wilayah ini. Dengan pertanian yang bergerak, sektor lainnya akan ikut bergetar. Kita bersama dapat menekan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen, bahkan maksimal 5 persen dalam lima tahun mendatang,” jelas Mentan Amran dengan optimisme.
Dalam pertemuan ini, Mentan memaparkan program prioritas untuk 2025, termasuk perbaikan 188 ribu hektare lahan pertanian di NTT yang didukung dengan pembangunan saluran irigasi, pompanisasi, hingga penyiapan sarana-prasarana produksi.
Selain itu, pembangunan pertanian di NTT diharapkan mampu berkontribusi signifikan pada swasembada pangan nasional.
Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, menyampaikan paparan terkait kontribusi NTT dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui pengelolaan lahan basah, lahan kering, peternakan modern, dan tambak garam.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada padi, jagung, daging, dan garam.
“Diskusi hari ini menghasilkan instruksi yang jelas dari Pak Mentan. Kita segera matangkan dan eksekusi program ini secara kolaboratif demi mengatasi kemiskinan dan stunting di NTT,” tegas Andriko.
Sementara itu, Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan Kementan terhadap sektor pertanian di NTT.
Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat dan dukungan teknologi dari Kementan, kita optimis sektor pertanian dapat menjadi penggerak utama perubahan ekonomi di NTT,” ujar Melki.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan percepatan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di NTT, dengan harapan besar untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)
